IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - School of Data Science, Mathematic and Informatics
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - School of Data Science, Mathematic and Informatics
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kajian Analisis Spasial pada Data Cacah Birespon dengan Overdispersi dan Nol Berlebih

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (611.6Kb)
      Fulltext (1.226Mb)
      Lampiran (321.7Kb)
      Date
      2026
      Jenis/Type
      Tesis
      Subtype
      Theses
      Author
      Astrini, Yufan Putri
      Susetyo, Budi
      Sadik, Kusman
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Data cacah sering digunakan untuk merepresentasikan jumlah kejadian pada berbagai bidang, seperti kesehatan, pertanian, demografi, dan lain sebagainya. Pemodelan data cacah biasanya menggunakan regresi Poisson, tetapi model tersebut kurang sesuai ketika data mengalami overdispersi, yaitu kondisi ketika ragam lebih besar daripada rataannya. Permasalahan menjadi lebih kompleks apabila data juga mengandung nilai nol berlebih, terdiri atas dua peubah respon yang saling berkaitan, serta memiliki keragaman spasial. Bivariate Zero-Inflated Generalized Poisson Regression (BZIGPR) dapat digunakan untuk memodelkan data cacah birespon yang mengalami overdispersi dan nol berlebih, tetapi model ini menghasilkan parameter yang berlaku secara global. Geographically Weighted Bivariate Zero-Inflated Generalized Poisson Regression (GWBZIGPR) mengembangkan model tersebut dengan membentuk parameter lokal pada setiap lokasi sehingga mampu mengakomodasi keragaman spasial. Fleksibilitas model lokal berpotensi meningkatkan ketepatan prediksi, tetapi juga menyebabkan kompleksitas model yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja BZIGPR dan GWBZIGPR berdasarkan Akaike Information Criterion Corrected (AICc) dan Root Mean Square Error (RMSE) pada data yang memiliki keragaman spasial. Penelitian dilakukan melalui kajian simulasi dengan tiga ukuran contoh, yaitu 50, 100, dan 200, serta tiga skenario proporsi nol teramati birespon, yaitu (0,3; 0,3), (0,3; 0,6), dan (0,6; 0,6). Setiap skenario dilakukan sebanyak 30 ulangan. Parameter dispersi ditetapkan sebesar 0,3 dan parameter ketergantungan sebesar 0,6. Koordinat spasial dibangkitkan secara acak dan digunakan untuk membentuk parameter regresi lokal, sehingga peubah penjelas dan peubah respon berbeda menurut lokasi. Ketergantungan antara kedua respon dibentuk menggunakan Gaussian Copula. Data hasil simulasi divalidasi berdasarkan kesesuaian proporsi nol, tingkat overdispersi, korelasi antar respon, dan keragaman spasial. Pendugaan parameter BZIGPR dan GWBZIGPR dilakukan menggunakan metode Maximum Likelihood Estimation dengan algoritma optimasi Limited-memory Broyden-Fletcher-Goldfarb-Shanno with Bound constraints (L-BFGS-B). Pada GWBZIGPR, pendugaan dilakukan secara lokal menggunakan pembobot Adaptive Gaussian Kernel, sedangkan bandwidth optimum ditentukan berdasarkan Generalized Cross Validation (GCV). Evaluasi model dilakukan berdasarkan Akaike Information Criterion Corrected (AICc) dan Root Mean Square Error (RMSE). AICc digunakan untuk menilai kecocokan model dengan mempertimbangkan kompleksitas, sedangkan RMSE digunakan untuk mengukur ketepatan prediksi respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan AICc, BZIGPR menghasilkan nilai lebih rendah daripada GWBZIGPR. Pada n=50, selisih AICc berkisar antara 36,91-42,48, sedangkan pada n=200 mengecil menjadi 3,47-8,50. Hasil uji ART ANOVA menyimpulkan bahwa model, ukuran contoh, dan proporsi nol masing-masing berbeda nyata terhadap AICc (p<0,001) Interaksi antara model dan ukuran contoh juga nyata dengan F=11,84 dan p=0,01, tetapi interaksi model dan proporsi nol tidak nyata (p=0,91). Berdasarkan RMSE gabungan, GWBZIGPR memberikan hasil akurasi yang lebih baik dengan median 4,60 dibandingkan dengan BZIGPR sebesar 4,97. Perbedaan ini signifikan dengan nilai p<0,001. Model (F=33,23), ukuran contoh (F=7,76), dan proporsi nol (F=678,79) berbeda nyata terhadap nilai RMSE, tetapi interaksinya tidak berbeda nyata. Evaluasi kinerja menurut AICc menghasilkan kesimpulan bahwa BZIGPR memberikan performa yang lebih baik berdasarkan keseimbangan kecocokan dan kompleksitas model. Namun, GWBZIGPR lebih unggul daripada BZIGPR dari sisi meningkatkan ketepatan prediksi pada data yang memiliki keragaman spasial.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178507
      Collections
      • MF - School of Data Science, Mathematic and Informatics [181]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository