Pengembangan Kapabilitas Perempuan Pengusaha Batik di Kampung Batik Cibuluh, Jawa Barat
Abstract
Disparitas Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) BPS 2024—laki-laki
84,02% dan perempuan 55,41% mendesak perempuan beralih ke sektor informal
seperti usaha mikro batik. Namun, pengembangan usaha ini terkendala oleh
terbatasnya kapasitas internal dan beban domestik. Penelitian ini bertujuan
menganalisis karakteristik, tingkat kapabilitas, serta pengaruh aspek rumah tangga
terhadap perempuan pengusaha batik di Kampung Cibuluh menggunakan metode
campuran sekuensial eksploratori. Hasil penelitian mengidentifikasi dua tipologi
usaha, yaitu berbasis kekerabatan dan lingkungan tetangga. Kapabilitas responden
tergolong tinggi dalam mengakses pelatihan, sedang dalam pemasaran, serta rendah
dalam membangun jaringan luar. Pada usaha berbasis tetangga, modal fisik dan
manusia berpengaruh positif terhadap kapabilitas pemasaran. Sebaliknya, pada
usaha berbasis kekerabatan, peningkatan modal finansial justru berpengaruh negatif
signifikan terhadap intensitas pelatihan. Secara keseluruhan, pengembangan
kapabilitas pengusaha perempuan sangat ditentukan oleh negosiasi strategis antara
ranah domestik dan profesional.

