Studi Performansi Irigasi Tetes untuk Budidaya Cabai Rawit pada Berbagai Media Tanam
Abstract
Kebutuhan air tanaman tergantung oleh media tanam. Kebutuhan air tanaman cabai rawit tergantung oleh media tanam dan pemberian irigasinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertumbuhan tanaman cabai rawit pada berbagai variasi media tanam dan volume pemberian larutan nutrisi melalui sistem irigasi tetes. Perlakuan media tanam terdiri atas (1) tanah dari lahan pertanian, (2) campuran tanah dan sekam, dan (3) campuran tanah, sekam, dan pupuk kendang. Perlakuan pemberian larutan nutrisi menggunakan irigasi tetes terdiri atas (1) kurang 25% dari rekomendasi, (2) sesuai rekomendasi, dan (3) lebih 25% dari rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh nyata pada seluruh parameter pertumbuhan dan produksi tanaman, sedangkan volume pemberian larutan nutrisi hanya berpengaruh nyata terhadap saat pemunculan bunga. Perlakuan media tanam campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang serta pemberian larutan irigasi lebih 25% dari rekomendasi menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman terbaik yaitu, tinggi tanaman rata-rata 379,4 mm, saat pemunculan bunga rata-rata pada 57 hari setelah tanam (HST), bobot buah rata-rata 0,60 gram per buah, panjang buah rata-rata 21,20 mm, dan diameter buah rata-rata 4,26 mm per buah. Hasil produksi tertinggi terdapat pada media tanam lengkap (tanah + arang sekam + pupuk kandang) yaitu dengan produksi cabai rata-rata sebesar 23,04 g/polybag. Biaya persiapan media tanam dan konsumsi pupuk cair berkisar Rp 2.933/polybag hingga RP 7.866/polybag pada semua perlakuan.

