Peramalan Produksi dan Konsumsi Gula dalam Mendukung Pencapaian Swasembada Gula Nasional
Abstract
Gula merupakan komoditas pangan strategis yang kebutuhan konsumsinya terus meningkat, sementara produksi domestik belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga Indonesia masih bergantung pada impor. Penelitian ini bertujuan menganalisis proyeksi produksi, konsumsi, dan neraca gula nasional hingga tahun 2030 serta mengevaluasi pencapaian swasembada gula berdasarkan target pemerintah. Penelitian menggunakan data deret waktu tahunan produksi dan konsumsi gula nasional periode 1987–2023. Analisis dilakukan dengan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) untuk meramalkan produksi dan konsumsi gula, kemudian dilanjutkan dengan perhitungan Self-Sufficiency Ratio (SSR) sebagai indikator tingkat swasembada. Model ARIMA (2,1,2) terpilih sebagai model terbaik untuk peramalan produksi gula, sedangkan ARIMA (0,1,1) terpilih sebagai model terbaik untuk peramalan konsumsi gula. Hasil peramalan mengindikasikan produksi gula meningkat secara terbatas, sedangkan konsumsi terus meningkat sehingga defisit neraca gula diproyeksikan tetap terjadi dan nilai SSR masih berada di bawah target swasembada hingga tahun 2030. Hasil simulasi skenario mengindikasikan bahwa pencapaian target swasembada gula tahun 2030 mensyaratkan terealisasinya target peningkatan luas areal, produktivitas, rendemen, dan kapasitas pengolahan sebagaimana tercantum dalam Peta Jalan Percepatan Swasembada Gula Nasional. Di antara berbagai komponen tersebut, peningkatan produktivitas dan rendemen menjadi faktor yang paling menentukan dalam meningkatkan produksi gula
Collections
- UF - Agribusiness [4876]

