Pengaturan Jarak Tanam dan Pemupukan untuk Optimalisasi Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
Abstract
Produksi kacang hijau (Vigna radiata L.) mengalami penurunan sehingga
diperlukan teknik budidaya yang tepat, seperti pengaturan jarak tanam dan
pemupukan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh jarak tanam dan
pemupukan terhadap pertumbuhan dan produksi kacang hijau. Penelitian ini
berlangsung dari bulan September–Desember 2024. Penelitian menggunakan
rancangan faktorial dengan dua faktor, yaitu jarak tanam dan dosis pupuk, serta
dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil menunjukkan bahwa
jarak tanam, pemupukan, dan interaksinya tidak berpengaruh nyata terhadap
sebagian besar karakter pertumbuhan dan hasil. Namun, perlakuan jarak tanam
memberikan pengaruh nyata terhadap bobot basah polong per petak, bobot kering
polong per petak, estimasi hasil biji per petak, dan estimasi produktivitas. Jarak
tanam 40 cm × 20 cm menghasilkan produktivitas tertinggi sebesar 0,45 ton ha-1.
Pemupukan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil
kacang hijau. Namun, berdasarkan nilai Relative Agronomic Effectiveness (RAE),
dosis pupuk standar menunjukkan efektivitas agronomis yang baik. Oleh karena itu,
jarak tanam 40 cm × 20 cm dan dosis pupuk standar direkomendasikan untuk
diterapkan pada genotipe F8-VR10/V1-29. Mung bean (Vigna radiata L.) production has declined, requiring improved
cultivation practices such as optimal plant spacing and fertilization. This study
aimed to evaluate the effects of plant spacing and fertilization on the growth and
yield of mung bean. The study was conducted from September 2024 to December
2024 using a factorial experimental design with two factors, plant spacing and
fertilizer dosage, and data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The
results showed that plant spacing, fertilization, and their interaction had no
significant effect on most growth and yield parameters. However, planting spacing
significantly affected fresh pod weight per plot, dry pod weight per plot, estimated
seed yield per plot, and estimated productivity. The 40 cm × 20 cm planting spacing
produced the highest productivity, reaching 0.45 t ha-1. Fertilization had no
significant effect on mung bean growth and yield. However, based on the Relative
Agronomic Effectiveness (RAE) value, the standard fertilizer dosage demonstrated
good agronomic effectiveness. Therefore, a planting spacing of 40 cm × 20 cm and
the standard fertilizer dosage are recommended for the F8-VR10/V1-29 genotype.

