| dc.description.abstract | Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura strategis dengan fluktuasi harga signifikan; di Kabupaten Lombok Timur harga dapat bergerak antara Rp10.000 hingga lebih dari Rp130.000 per kilogram dalam satu periode tahunan. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian bagi petani dalam menentukan waktu tanam, terlebih karena sistem informasi harga yang ada belum dimanfaatkan optimal dan petani masih mengandalkan pengumpul serta kebiasaan berulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting sistem informasi harga cabai rawit serta merancang sistem pendukung keputusan berbasis prediksi harga dan spasial untuk rekomendasi waktu tanam. Penelitian dilaksanakan Juli–Desember 2025 menggunakan data primer (wawancara 20 petani dan Dinas Ketahanan Pangan) dan data sekunder harga mingguan dari empat pasar (Pancor, Aikmel, Paok Motong, Sakra) periode 2021–2024. Model prediksi dikembangkan menggunakan Random Forest dengan 41 fitur prediktor, pembagian data kronologis 80:20, dan pendekatan rolling forecast untuk prediksi 12 minggu ke depan, yang diintegrasikan ke QGIS untuk visualisasi spasial. Model menunjukkan kinerja baik (R² 0,859–0,931; error Rp2.657–Rp4.206/kg), dengan fitur momentum dan lag lebih dominan dibanding fitur musiman. Prediksi harga mencapai puncak pada minggu ke-6, tertinggi di Pasar Paok Motong (Rp76.513/kg). Dihasilkan dua rekomendasi waktu tanam: November–Desember (panen Februari–Maret) dan Maret–April (panen Juni–Juli), diintegrasikan dalam sistem pendukung keputusan berbasis dashboard, prediksi harga, peta spasial, dan rekomendasi tanam. | |