| dc.contributor.advisor | Abdulkadir, Rr. Melani | |
| dc.contributor.author | SIREGAR, FENY P. | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-11T00:34:58Z | |
| dc.date.available | 2026-08-11T00:34:58Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178110 | |
| dc.description.abstract | Konflik agraria antara petani yang tergabung dalam komunitas masyarakat adat Lamtoras dan perusahaan pulp di Huta Sihaporas memicu partisipasi kolektif laki-laki dan perempuan yang menjadi kunci dalam mempertahankan ruang hidup. Penelitian ini mengidentifikasi bentuk partisipasi langsung dan tidak langsung oleh suami dan istri dalam gerakan agraria, serta menganalisis hubungan pembagian kerja dengan tingkat partisipasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif, dengan data kuantitatif dikumpulkan melalui sensus pada 36 rumah tangga dan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan pola partisipasi langsung dan tidak langsung yang tinggi oleh suami dan istri dalam gerakan agraria. Pembagian kerja laki-laki dan perempuan pada kegiatan produktif, reproduktif dan sosial tidak berhubungan dengan partisipasi langsung, sedangkan kegiatan sosial berhubungan dengan partisipasi tidak langsung. Temuan kualitatif mengonfirmasi bahwa tingginya partisipasi didorong oleh eskalasi konflik bertahun-tahun yang memicu kemarahan kolektif, serta solidaritas komunal berbasis identitas kultural daripada alokasi kerja domestik harian. | |
| dc.description.abstract | An agrarian conflict between farmers who are members of the Lamtoras indigenous community and a pulp company in Huta Sihaporas sparked collective gender participation to defend their living space. This study examines husbands and wives direct and indirect participation in the agrarian movement and analyzes the link between the division of labor and participation levels. Using a mixed-methods approach, data were collected through a census of 36 households, in-depth interviews, and observation. Findings reveal high direct and indirect participation among spouses. Productive, reproductive, and social divisions of labor do not significantly correlate with direct participation, whereas social activities significantly correlate with indirect participation. Qualitative data confirm that high participation is driven by escalating conflict, collective anger, and culturally rooted communal solidarity, rather than daily domestic workloads. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Hubungan Pembagian Kerja Gender dengan Tingkat Partisipasi dalam Gerakan Agraria pada Rumah Tangga Petani Huta Sihaporas | id |
| dc.title.alternative | The Relationship Between Gender Division of Labor and Participation Levels in the Agrarian Movement of Peasant Households, Huta Sihaporas. | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | Gerakan Agraria | id |
| dc.subject.keyword | Partisipasi langsung | id |
| dc.subject.keyword | Partisipasi tidak langsung | id |
| dc.subject.keyword | Pembagian kerja gender | id |
| dc.subject.keyword | Rumah tangga petani adat | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |