Pengaruh Risiko Global terhadap Stabilitas Keuangan Perbankan Syariah di Indonesia
Date
2026Author
HAYATI, SHIFA LI
Nurhalim, Asep
Probokawuryan, Mutiara
Metadata
Show full item recordAbstract
Eskalasi risiko global yang ditandai oleh lonjakan ketidakpastian kebijakan ekonomi
Amerika Serikat, meningkatnya risiko geopolitik akibat konflik Rusia-Ukraina, perang di
kawasan Timur Tengah, dan volatilitas harga minyak dunia berpotensi mengancam
stabilitas keuangan perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis
pengaruh risiko global yang diproksikan melalui Economic Policy Uncertainty Amerika
Serikat (EPUUS) dan Geopolitical Risk (GPR) terhadap stabilitas keuangan Bank Umum
Syariah yang diukur menggunakan indeks Z-Score. Penelitian ini menggunakan data
bulanan periode Januari 2020 hingga November 2025 yang dianalisis menggunakan
metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dengan variabel kontrol meliputi harga
minyak dunia, IPI, Inflasi, BI Rate, FDR, BOPO, dan ukuran perusahaan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa EPU US berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stabilitas BUS,
mengindikasikan bahwa BUS rentan terhadap transmisi ketidakpastian kebijakan ekonomi
AS melalui mekanisme contagion dan spillover effect. Sementara itu, GPR tidak
berpengaruh signifikan yang mencerminkan resiliensi struktural BUS terhadap guncangan
geopolitik global. The escalation of global risks, marked by surging uncertainty in United States
economic policy, heightened geopolitical risk from the Russia-Ukraine conflict,
wars in the Middle East region, and world oil price volatility, potentially threatens
the financial stability of Islamic banking in Indonesia. This study aims to analyze
the influence of global risks proxied by the United States Economic Policy
Uncertainty (EPUUS) and Geopolitical Risk (GPR) on the financial stability of
Islamic Commercial Banks (BUS) measured using the Z-Score index. This study
used monthly data from January 2020 to November 2025, which were analyzed
using the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) method with control variables
including world oil prices, IPI, inflation, BI Rate, FDR, BOPO, and firm size. The
results showed that EPUUS had a negative and significant effect on BUS stability,
indicating that BUS was vulnerable to the transmission of US economic policy
uncertainty through contagion and spillover effect mechanisms. Meanwhile, GPR
had no significant effect, reflecting the structural resilience of BUS against
geopolitical global shocks.
Collections
- UF - Syariah Economic [653]

