Show simple item record

dc.contributor.advisorKumalasari, Nur Rochmah
dc.contributor.advisorRetnani, Yuli
dc.contributor.advisorFassah, Dilla Mareistia
dc.contributor.authorMaryani, Vivi Dwi
dc.date.accessioned2026-08-10T14:58:35Z
dc.date.available2026-08-10T14:58:35Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178065
dc.description.abstractGynura procumbens merupakan tanaman endemik di Asia Tenggara yang berpotensi sebagai hijauan dan bahan pakan ternak, namun diperlukan metode pengolahan yang tepat untuk membantu menjaga kualitasnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi metode pengolahan yang optimal sehingga kualitas nutrisi dan stabilitas penyimpanan olahan daun sambung nyawa sebagai bahan pakan dapat dipertahankan. Penelitian ini dilakukan dalam dua fase yaitu fase pertama adalah metode pengeringan daun sambung nyawa, yaitu pengeringan di bawah sinar matahari pada suhu 22–30°C (6 hari) dan pengeringan oven pada suhu 60°C (3 hari). Fase kedua adalah metode pengolahan tepung daun sambung nyawa menjadi pakan komplit dalam bentuk mash dan wafer. Kandungan nutrisi daun sambung nyawa dan pakan komplit diukur menggunakan Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS), kandungan asam amino diukur menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC), dan senyawa metabolit dianalisis menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Uji kualitas fisik pakan komplit seperti kadar air diukur menggunakan grain moisture tester PM-650 dan aktivitas air menggunakan aw meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan dalam oven pada suhu 60 °C (3 hari) dapat mempertahankan kualitas nutrisi daun sambung nyawa dengan kadar air lebih rendah 4,07% dan protein kasar lebih tinggi 18,41% dibandingkan metode pengeringan matahari. Daun sambung nyawa mengandung 15 asam amino, dengan metode pengeringan matahari menghasilkan persentase asam amino tertinggi. Metode pengeringan memengaruhi profil metabolit pada daun daun sambung nyawa. Pengeringan matahari cenderung mempertahankan senyawa volatil seperti keton dan hidrokarbon, sedangkan pengeringan oven meningkatkan profil dengan asam lemak dan alkohol kompleks. Pengolahan tepung daun sambung nyawa menjadi pakan komplit dalam bentuk wafer menghasilkan kandungan nutrisi dan kualitas fisik yang lebih baik dibandingkan dengan mash. Disimpulkan bahwa pengeringan daun sambung nyawa memengaruhi profil nutrisi, asam amino, dan senyawa metabolit. Pengolahan menjadi pakan komplit berbentuk wafer menghasilkan kualitas nutrien dan kualitas fisik lebih baik selama penyimpanan.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEvaluasi Profil Nutrien dan Senyawa Metabolit Daun Sambung Nyawa Pasca Pengolahan, serta Daya Simpan Sebagai Pakan Komplitid
dc.title.alternativeEvaluation of the Nutrient Profile and Metabolite Compounds of Gynura procumbens Leaves Post Processing, as well as Shelf Life as a Complete Feed
dc.typeTesis
dc.subject.keywordmetode pengolahanid
dc.subject.keywordnutrienid
dc.subject.keywordpakan komplitid
dc.subject.keywordprofil metabolitid
dc.subject.keywordsambung nyawaid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record