| dc.description.abstract | Gynura procumbens merupakan tanaman endemik di Asia Tenggara yang
berpotensi sebagai hijauan dan bahan pakan ternak, namun diperlukan metode
pengolahan yang tepat untuk membantu menjaga kualitasnya. Penelitian ini
bertujuan mengevaluasi metode pengolahan yang optimal sehingga kualitas nutrisi
dan stabilitas penyimpanan olahan daun sambung nyawa sebagai bahan pakan dapat
dipertahankan. Penelitian ini dilakukan dalam dua fase yaitu fase pertama adalah
metode pengeringan daun sambung nyawa, yaitu pengeringan di bawah sinar
matahari pada suhu 22–30°C (6 hari) dan pengeringan oven pada suhu 60°C (3
hari). Fase kedua adalah metode pengolahan tepung daun sambung nyawa menjadi
pakan komplit dalam bentuk mash dan wafer. Kandungan nutrisi daun sambung
nyawa dan pakan komplit diukur menggunakan Near Infrared Reflectance
Spectroscopy (NIRS), kandungan asam amino diukur menggunakan High
Performance Liquid Chromatography (HPLC), dan senyawa metabolit dianalisis
menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Uji kualitas
fisik pakan komplit seperti kadar air diukur menggunakan grain moisture tester
PM-650 dan aktivitas air menggunakan aw meter. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pengeringan dalam oven pada suhu 60 °C (3 hari) dapat mempertahankan
kualitas nutrisi daun sambung nyawa dengan kadar air lebih rendah 4,07% dan
protein kasar lebih tinggi 18,41% dibandingkan metode pengeringan matahari.
Daun sambung nyawa mengandung 15 asam amino, dengan metode pengeringan
matahari menghasilkan persentase asam amino tertinggi. Metode pengeringan
memengaruhi profil metabolit pada daun daun sambung nyawa. Pengeringan
matahari cenderung mempertahankan senyawa volatil seperti keton dan
hidrokarbon, sedangkan pengeringan oven meningkatkan profil dengan asam lemak
dan alkohol kompleks. Pengolahan tepung daun sambung nyawa menjadi pakan
komplit dalam bentuk wafer menghasilkan kandungan nutrisi dan kualitas fisik
yang lebih baik dibandingkan dengan mash. Disimpulkan bahwa pengeringan daun
sambung nyawa memengaruhi profil nutrisi, asam amino, dan senyawa metabolit.
Pengolahan menjadi pakan komplit berbentuk wafer menghasilkan kualitas nutrien
dan kualitas fisik lebih baik selama penyimpanan. | |