Strategi Pengembangan Usaha Kelompok Tani Hutan Gulir Karya Dengan Pendekatan Business Model Canvas
Abstract
Program perhutanan sosial di Indonesia mendorong pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu, khususnya madu, melalui Kelompok Tani Hutan (KTH). KTH Gulir Karya di Kabupaten Sukabumi membudidayakan lebah Apis mellifera dan Trigona spp namun pada 2025 madu Trigona baru menyumbang 25,1 persen penjualan, sementara 77,8 persen pendapatan masih bertumpu pada saluran Business to Business (B2B) dibandingkan Business to Customer (B2C), menunjukkan perlunya evaluasi model bisnis kelompok. Penelitian ini bertujuan memetakan usaha KTH Gulir Karya melalui Business Model Canvas (BMC), menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman setiap elemennya, serta merumuskan alternatif strategi pengembangan, menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, diskusi, dan eksplorasi data sekunder yang dipadukan analisis SWOT. Hasil menunjukkan model bisnis memiliki kekuatan pada keaslian produk dan legalitas, namun lemah pada segmentasi pelanggan dan pencatatan keuangan. Sembilan strategi pengembangan dirumuskan, antara lain perluasan pasar B2C, wisata edukasi perlebahan, dan penguatan saluran digital, untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
Collections
- UF - Agribusiness [4876]

