PROFIL KUALITAS SEMEN SEGAR DAN POTENSI PRODUKSI SEMEN BEKU DARI BEBERAPA RUMPUN SAPI LOKAL PEDAGING INDONESIA
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Nasution, Al Humam Al Kholish R Naposo
Jakaria
Arifiantini, R. Iis
Said, Syahruddin
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia memiliki keragaman sumber daya genetik ternak berupa berbagai rumpun sapi lokal, di antaranya sapi Bali, Madura, dan Peranakan Ongole (PO) yang memiliki populasi dan penyebaran luas. Peningkatan populasi dan produktivitas sapi lokal dapat didukung melalui program pemuliaan dan reproduksi dengan pemanfaatan pejantan unggul untuk produksi semen segar dan semen beku dalam teknologi inseminasi buatan (IB). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan menganalisis profil kualitas semen segar antar rumpun dan antar pejantan dalam rumpun yang sama serta potensi produksi semen beku pada sapi Bali, Madura, dan PO di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Malang, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada Juni 2025 hingga Juni 2026 menggunakan data sekunder kualitas semen dari 19 pejantan, terdiri atas 10 pejantan sapi Bali, 4 sapi Madura, dan 5 sapi PO. Data hasil analisis menggunakan computer-assisted sperm analysis (CASA) dikoleksi selama tahun 2025. Peubah yang diamati meliputi parameter makroskopis (volume, warna, konsistensi, dan pH semen) serta mikroskopis (motilitas, konsentrasi, abnormalitas spermatozoa, dan potensi produksi semen beku). Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan rancangan tersarang (nested design), dengan pejantan tersarang dalam rumpun, dan dilanjutkan dengan uji Tukey LSMeans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan nyata (P>0,05) antar rumpun pada volume dan pH semen, meskipun terdapat perbedaan secara deskriptif pada warna dan konsistensi semen. Parameter mikroskopis menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05) antar rumpun dan antar pejantan dalam rumpun yang sama pada motilitas, konsentrasi, abnormalitas spermatozoa, dan potensi produksi semen beku. Sapi PO menunjukkan kualitas semen terbaik, dengan motilitas spermatozoa sebesar 74,05±5,65%, konsentrasi 1.458,28±249,34 × 106 sel/mL, abnormalitas 7,13±2,04%, dan potensi produksi semen beku sebesar 316,76±59,13 straw/ejakulat. Sapi Madura menunjukkan tingkat abnormalitas spermatozoa yang lebih tinggi dibandingkan sapi Bali dan PO. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas semen segar dan potensi produksi semen beku dipengaruhi oleh faktor rumpun dan variasi individu pejantan. Sapi PO memiliki potensi produksi semen beku tertinggi, diikuti sapi Bali dan Madura. Pada tingkat individu, pejantan PO dengan kode 21431 memiliki potensi produksi semen beku tertinggi. Potensi produksi semen beku terutama berkaitan dengan konsentrasi spermatozoa serta dipengaruhi oleh volume semen dan motilitas spermatozoa.
Collections
- MF - Animal Science [1379]

