| dc.contributor.advisor | Beik, Irfan Syauqi | |
| dc.contributor.author | MARDIANA, SEPTI | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-10T07:00:55Z | |
| dc.date.available | 2026-08-10T07:00:55Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177961 | |
| dc.description.abstract | Rumah Sehat BAZNAS (RSB) dikembangkan oleh Badan Amil Zakat Nasional sebagai bentuk pendayagunaan zakat di bidang kesehatan untuk memperluas akses layanan bagi masyarakat kurang mampu, salah satunya melalui RSB Kabupaten Bogor. Namun, jumlah kunjungan RSB Kabupaten Bogor masih rendah, berkisar 170–180 orang per bulan, menunjukkan kesenjangan antara ketersediaan dan pemanfaatan layanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis
determinan pemanfaatan layanan RSB Kabupaten Bogor berdasarkan Model Aday dan Andersen (1974), meliputi faktor predisposisi, pendukung, dan kebutuhan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer dari 62 responden, dianalisis menggunakan regresi logistik biner. Hasil menunjukkan faktor predisposisi, pendukung, dan kebutuhan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan layanan (Nagelkerke R square = 0,548). Faktor predisposisi merupakan faktor paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat dan kemudahan akses layanan menjadi kunci mendorong pemanfaatan layanan kesehatan berbasis zakat. | |
| dc.description.abstract | Rumah Sehat BAZNAS (RSB) was developed by the National Zakat Amil Agency (Badan Amil Zakat Nasional) as a form of zakat utilization in the health sector to expand access to services for underprivileged communities, one example being RSB Kabupaten Bogor. However, the number of visits to RSB Kabupaten Bogor remains low, ranging from 170–180 people per month, indicating a gap between service availability and utilization. This study aims to analyze the determinants of RSB Kabupaten Bogor service utilization based on the Aday and Andersen Model (1974), covering predisposing, enabling, and need factors. The study used a quantitative approach with primary data from 62 respondents, analyze using binary logistic regression. The results show that predisposing, enabling, and need factors simultaneously have a significant effect on service utilization
(Nagelkerke R square = 0,548). The predisposing factor was found to be the most dominant. These findings indicate that improving public knowledge and easing access to services are key to encouraging the utilization of zakat-based health services. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Determinan Pemanfaatan Layanan Rumah Sehat BAZNAS Kabupaten Bogor | id |
| dc.title.alternative | Determinants of Utilization of Rumah Sehat BAZNAS Bogor Regency Service | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | pemanfaatan layanan kesehatan | id |
| dc.subject.keyword | regresi logistik | id |
| dc.subject.keyword | Rumah Sehat BAZNAS Kabupaten Bogor | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |