Pengaruh Pengembangan Desa Wisata terhadap Perubahan Sosial Masyarakat melalui Proses Adaptasi Sosial (Studi Kasus: Desa Wisata Cimacan, Kabupaten Cianjur)
Abstract
MUNAWWAR KHOLIL WAHYUDI. Pengaruh Pengembangan Desa Wisata
terhadap Perubahan Sosial Masyarakat melalui Proses Adaptasi Sosial. Dibimbing
oleh MUKHLAS ANSORI.
Pengembangan desa wisata merupakan strategi pembangunan pedesaan yang
memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat capaian pengembangan Desa Wisata
Cimacan, tingkat perubahan sosial masyarakat, serta pengaruh pengembangan desa
wisata terhadap perubahan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif
yang didukung data kualitatif melalui survei terhadap 33 responden dan wawancara
mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat capaian pengembangan
Desa Wisata Cimacan dan perubahan sosial masyarakat berada pada kategori
sedang. Berdasarkan analisis AGIL Talcott Parsons, pengembangan desa wisata
mendorong masyarakat beradaptasi terhadap aktivitas pariwisata, memperkuat
tujuan bersama menuju kemandirian desa, membangun integrasi antarlembaga
meskipun koordinasinya masih perlu ditingkatkan, serta mempertahankan nilai
religius dan gotong royong. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa
pengembangan desa wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan
sosial masyarakat (R² = 0,216). Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan
desa wisata menjadi salah satu pendorong perubahan sosial, namun masih
memerlukan penguatan koordinasi antarlembaga, akses kesempatan kerja, dan
partisipasi masyarakat. MUNAWWAR KHOLIL WAHYUDI. The Influence of Tourism Village
Development on Community Social Change Through Social Adaptation.
Supervised by MUKHLAS ANSORI.
Tourism village development is a rural development strategy that utilizes
local resources to improve community welfare. This study aims to analyze tourism
village development, community social change, and the influence of tourism village
development on social change in Cimacan Tourism Village. A quantitative
approach supported by qualitative data was employed through a survey of 33
respondents and in-depth interviews. The findings indicate that both tourism village
development and community social change are at a moderate level. Based on
Talcott Parsons' AGIL framework, tourism village development has encouraged
community adaptation, strengthened shared goals, promoted institutional
integration despite limited coordination, and maintained religious values and
mutual cooperation. Simple linear regression analysis shows that tourism village
development has a positive and significant effect on community social change (R²
= 0.216). These findings indicate that tourism village development promotes social
change but still requires stronger institutional coordination, equitable employment
opportunities, and greater community participation.

