Show simple item record

dc.contributor.advisorChadirin, Yudi
dc.contributor.advisorRidwan, Wonny Ahmad
dc.contributor.authorPeri, Marianus Irfan Takang
dc.date.accessioned2026-08-09T09:59:18Z
dc.date.available2026-08-09T09:59:18Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177909
dc.description.abstractPerubahan iklim global mendorong perlunya strategi mitigasi yang berkelanjutan, terutama di wilayah perkotaan yang mengalami urbanisasi pesat. Salah satu pendekatan yang paling efektif adalah penyerapan karbon melalui vegetasi sebagai bagian dari solusi berbasis alam (nature-based solutions). Kota Tangerang Selatan, yang merupakan bagian dari wilayah metropolitan Jabodetabek, mengalami tekanan tinggi terhadap ruang terbuka akibat konversi lahan. Dalam konteks ini, Ruang Terbuka Hijau (RTH) memainkan peran strategis sebagai penyerap karbon, pengurang efek pulau panas, pelindung biodiversitas, dan penjaga keseimbangan ekosistem kota. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi laju perubahan penyerapan karbon berdasarkan dinamika tutupan lahan, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan RTH, menilai status keberlanjutan penyerapan karbon di Kota Tangerang Selatan, serta merumuskan strategi pemeliharaan dan stabilisasi stok karbon perkotaan berbasis data spasial. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan integrasi antara analisis geospasial dan statistik inferensial. Citra satelit Sentinel-2 (tahun 2016, 2019, 2022, dan 2025) digunakan untuk klasifikasi tutupan lahan menggunakan algoritma Random Forest dan penilaian indeks vegetasi Normalized Difference Vegetation Indeks (NDVI). Perubahan tutupan lahan diprediksi menggunakan model CA-Markov yang diimplementasikan melalui plugin MOLUSCE pada QGIS. Estimasi penyerapan karbon dilakukan menggunakan model InVEST Carbon Storage and Sequestration, dengan mempertimbangkan empat pool karbon utama yaitu biomassa atas permukaan tanah (AGB), bawah tanah (BGB), karbon organik tanah (SOC), dan Litter. Hubungan antara tutupan vegetasi dan kapasitas penyerapan karbon diuji menggunakan korelasi Pearson, regresi linier, dan regresi berganda (dengan pemeriksaan multikolinearitas melalui Variance Inflation Factor), sedangkan signifikansi tren temporal diuji menggunakan Mann-Kendall dan Wilcoxon signed- rank. Validasi data dilakukan melalui verifikasi lapangan (ground truthing) dan perbandingan hasil prediksi dengan data aktual (2025) menggunakan metrik akurasi seperti Kappa Coefficient, Overall Accuracy, dan Figure of Merit (FoM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stok karbon Kota Tangerang Selatan mengalami penurunan sebesar 9,6% selama periode 2016-2025, yaitu dari 939.287 tC menjadi 849.259 tC. Dalam skenario Business as Usual, nilai tersebut diproyeksikan terus menurun hingga mencapai 825.925 tC pada tahun 2030. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menerapkan konsep stabilisasi stok karbon, yaitu upaya mempertahankan stok karbon perkotaan tetap pada nilai tahun 2025 sebesar 849.259 tC selama periode 2026-2030. Strategi pemeliharaan yang dirumuskan diarahkan untuk menutup defisit proyeksi BAU sebesar 23.334 tC melalui perlindungan kawasan bervegetasi eksisting, pengendalian konversi lahan, dan restorasi terarah yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sehingga penurunan stok karbon dapat iii dicegah tanpa membebani ruang perkotaan yang terbatas. Total investasi yang dibutuhkan untuk seluruh strategi adalah sebesar Rp48,04 miliar, dengan rasio manfaat terhadap biaya (Benefit-Cost Ratio) mencapai 4,16 pada standar harga karbon domestik dan 63,16 pada standar internasional, menunjukkan kelayakan ekonomi yang kuat sekaligus margin keamanan 1,34 kali terhadap kebutuhan minimum penutupan gap. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah menyediakan dasar ilmiah berbasis spasial untuk mendukung perumusan kebijakan pembangunan kota rendah emisi. Dengan pendekatan berbasis data, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkuat integrasi aksi iklim dalam tata ruang daerah serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
dc.description.sponsorshipTidak Ada
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Keberlanjutan Penyerapan Karbon di Kota Tangerang Selatan)id
dc.title.alternativeSustainable Carbon Sequestration Strategy in South Tangerang City (Strategi Keberlanjutan Penyerapan Karbon di Kota Tangerang Selatan)
dc.typeTesis
dc.subject.keywordCA-Markovid
dc.subject.keywordInVESTid
dc.subject.keywordRemote Sensingid
dc.subject.keywordUrban Green Spaceid
dc.subject.keywordCarbon Stock Stabilizationid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record