Strategi Keberlanjutan Penyerapan Karbon di Kota Tangerang Selatan)
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Peri, Marianus Irfan Takang
Chadirin, Yudi
Ridwan, Wonny Ahmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Perubahan iklim global mendorong perlunya strategi mitigasi yang
berkelanjutan, terutama di wilayah perkotaan yang mengalami urbanisasi pesat.
Salah satu pendekatan yang paling efektif adalah penyerapan karbon melalui
vegetasi sebagai bagian dari solusi berbasis alam (nature-based solutions). Kota
Tangerang Selatan, yang merupakan bagian dari wilayah metropolitan Jabodetabek,
mengalami tekanan tinggi terhadap ruang terbuka akibat konversi lahan. Dalam
konteks ini, Ruang Terbuka Hijau (RTH) memainkan peran strategis sebagai
penyerap karbon, pengurang efek pulau panas, pelindung biodiversitas, dan penjaga
keseimbangan ekosistem kota.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi laju perubahan penyerapan karbon
berdasarkan dinamika tutupan lahan, mengidentifikasi faktor-faktor yang
memengaruhi keberlanjutan RTH, menilai status keberlanjutan penyerapan karbon
di Kota Tangerang Selatan, serta merumuskan strategi pemeliharaan dan stabilisasi
stok karbon perkotaan berbasis data spasial.
Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan
integrasi antara analisis geospasial dan statistik inferensial. Citra satelit Sentinel-2
(tahun 2016, 2019, 2022, dan 2025) digunakan untuk klasifikasi tutupan lahan
menggunakan algoritma Random Forest dan penilaian indeks vegetasi Normalized
Difference Vegetation Indeks (NDVI). Perubahan tutupan lahan diprediksi
menggunakan model CA-Markov yang diimplementasikan melalui plugin
MOLUSCE pada QGIS. Estimasi penyerapan karbon dilakukan menggunakan
model InVEST Carbon Storage and Sequestration, dengan mempertimbangkan
empat pool karbon utama yaitu biomassa atas permukaan tanah (AGB), bawah
tanah (BGB), karbon organik tanah (SOC), dan Litter.
Hubungan antara tutupan vegetasi dan kapasitas penyerapan karbon diuji
menggunakan korelasi Pearson, regresi linier, dan regresi berganda (dengan
pemeriksaan multikolinearitas melalui Variance Inflation Factor), sedangkan
signifikansi tren temporal diuji menggunakan Mann-Kendall dan Wilcoxon signed-
rank. Validasi data dilakukan melalui verifikasi lapangan (ground truthing) dan
perbandingan hasil prediksi dengan data aktual (2025) menggunakan metrik akurasi
seperti Kappa Coefficient, Overall Accuracy, dan Figure of Merit (FoM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa stok karbon Kota Tangerang Selatan
mengalami penurunan sebesar 9,6% selama periode 2016-2025, yaitu dari 939.287
tC menjadi 849.259 tC. Dalam skenario Business as Usual, nilai tersebut
diproyeksikan terus menurun hingga mencapai 825.925 tC pada tahun 2030.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menerapkan konsep stabilisasi stok
karbon, yaitu upaya mempertahankan stok karbon perkotaan tetap pada nilai tahun
2025 sebesar 849.259 tC selama periode 2026-2030.
Strategi pemeliharaan yang dirumuskan diarahkan untuk menutup defisit
proyeksi BAU sebesar 23.334 tC melalui perlindungan kawasan bervegetasi
eksisting, pengendalian konversi lahan, dan restorasi terarah yang sesuai dengan
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sehingga penurunan stok karbon dapat
iii
dicegah tanpa membebani ruang perkotaan yang terbatas. Total investasi yang
dibutuhkan untuk seluruh strategi adalah sebesar Rp48,04 miliar, dengan rasio
manfaat terhadap biaya (Benefit-Cost Ratio) mencapai 4,16 pada standar harga
karbon domestik dan 63,16 pada standar internasional, menunjukkan kelayakan
ekonomi yang kuat sekaligus margin keamanan 1,34 kali terhadap kebutuhan
minimum penutupan gap.
Kontribusi utama dari penelitian ini adalah menyediakan dasar ilmiah
berbasis spasial untuk mendukung perumusan kebijakan pembangunan kota rendah
emisi. Dengan pendekatan berbasis data, hasil penelitian ini diharapkan dapat
memperkuat integrasi aksi iklim dalam tata ruang daerah serta mendukung
pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan
Permukiman Berkelanjutan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

