| dc.contributor.advisor | Oktarina, Sachnaz Desta | |
| dc.contributor.advisor | Rahardiantoro, Septian | |
| dc.contributor.author | Syukri, Nabila | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-07T11:56:06Z | |
| dc.date.available | 2026-08-07T11:56:06Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177727 | |
| dc.description.abstract | Pandemi COVID-19 menyebabkan gangguan terhadap sistem pangan dan
kondisi sosial ekonomi rumah tangga di Indonesia. Penurunan pendapatan,
perubahan aktivitas kerja, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta berbagai
strategi adaptasi rumah tangga berpotensi memengaruhi kemampuan rumah tangga
dalam mempertahankan maupun memulihkan kondisi ketahanan pangannya
(resiliensi pangan). Kompleksitas hubungan antar faktor tersebut menyebabkan
pendekatan statistik konvensional kurang mampu menangkap hubungan yang
bersifat nonlinier, sedangkan model machine learning (ML) yang memiliki
kemampuan prediksi tinggi umumnya bersifat black-box. Oleh karena itu,
penelitian ini mengintegrasikan model klasifikasi berbasis ML dengan pendekatan
Explainable Artificial Intelligence (XAI) untuk memperoleh model yang akurat
sekaligus mudah diinterpretasikan.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja algoritma XGBoost,
LightGBM, dan CatBoost dalam mengklasifikasikan resiliensi pangan rumah
tangga, menganalisis hubungan peringkat peubah penting antaralgoritma dan
antarmetode XAI, serta mengidentifikasi peubah-peubah yang berperan penting
dalam menentukan status resiliensi pangan rumah tangga. Data yang digunakan
berasal dari High Frequency Phone Survey (HFPS) Indonesia yang dilaksanakan
oleh World Bank pada delapan periode survei tahun 2020–2023. Analisis dilakukan
terhadap 2.868 rumah tangga yang memiliki data lengkap pada seluruh periode
pengamatan. Variabel respons dibentuk menggunakan dua definisi resiliensi
pangan, yaitu Strict dan Broad, sedangkan 96 peubah hasil survei diringkas menjadi
42 peubah prediktor melalui feature engineering, summary features, dan ekstraksi
fitur berbasis teks.
Pemodelan dilakukan menggunakan algoritma XGBoost, LightGBM, dan
CatBoost. Ketidakseimbangan kelas pada definisi Strict ditangani menggunakan
oversampling using propensity score (OUPS), sedangkan optimasi hyperparameter
dilakukan menggunakan Optuna dengan stratified 5-fold cross validation. Evaluasi
model dilakukan melalui sepuluh kali pengulangan pembagian data menggunakan
metrik Balanced Accuracy, F1-Score, sensitivitas, dan Area Under the Curve
(AUC). Interpretasi model dilakukan menggunakan TreeSHAP dan Ensemble
Random-SHAP (ER-SHAP). Hubungan peringkat peubah dianalisis menggunakan
koefisien korelasi Spearman, kemudian diagregasi menggunakan Borda Count
untuk memperoleh peringkat konsensus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh algoritma menghasilkan
performa klasifikasi yang baik dengan nilai AUC di atas 0,80 pada kedua definisi
resiliensi pangan. Penerapan OUPS meningkatkan kemampuan model dalam
mengenali kelas minoritas pada definisi Strict, yang ditunjukkan oleh peningkatan
sensitivitas dan Balanced Accuracy. Analisis hubungan peringkat peubah
menunjukkan korelasi Spearman yang tinggi, baik antaralgoritma maupun
antarmetode XAI, dengan korelasi TreeSHAP dan ER-SHAP berada di atas 0,93.
Agregasi menggunakan Borda Count mengidentifikasi tujuh peubah yang secara
konsisten memiliki tingkat kepentingan tinggi pada kedua definisi resiliensi pangan,
yaitu kondisi kerawanan pangan sebelum pandemi, tingkat kekhawatiran terhadap
kondisi keuangan, rata-rata pendapatan rumah tangga, guncangan harga beras,
frekuensi hambatan memperoleh layanan kesehatan, variasi jam kerja, dan
frekuensi perubahan pekerjaan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Explainable Machine
Learning mampu menghasilkan model klasifikasi dengan performa yang baik
sekaligus memberikan interpretasi yang kuat terhadap faktor-faktor yang
memengaruhi resiliensi pangan rumah tangga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan perlindungan sosial dan ketahanan
pangan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan ketahanan rumah tangga
dalam menghadapi krisis di masa mendatang. | |
| dc.description.abstract | The COVID-19 pandemic has disrupted the food system and socioeconomic
conditions of households in Indonesia. Declining income, changes in work
activities, limited access to healthcare, and various household adaptation strategies
have the potential to impact households' ability to maintain and restore food security
(food resilience). The complexity of the relationships between these factors makes
conventional statistical approaches incapable of capturing nonlinear relationships,
while machine learning models with high predictive capabilities are generally
black-box. Therefore, this study integrates a machine learning-based classification
model with an Explainable Artificial Intelligence (XAI) approach to obtain a model
that is both accurate and easy to interpret.
This study aims to evaluate the performance of the XGBoost, LightGBM, and
CatBoost algorithms in classifying household food resilience, analyze the
relationship between the rankings of important variables between the algorithms
and the XAI methods, and identify variables that play a significant role in
determining household food resilience status. The data used comes from the High
Frequency Phone Survey (HFPS) Indonesia, conducted by the World Bank over
eight survey periods from 2020 to 2023. The analysis was conducted on 2,868
households with complete data for the entire observation period. The response
variable was formed using two definitions of food resilience: Strict and Broad. The
96 survey variables were summarized into 42 predictor variables through feature
engineering, summary features, and text-based feature extraction.
Modeling was performed using the XGBoost, LightGBM, and CatBoost
algorithms. Class imbalance in the Strict definition was addressed using
oversampling using propensity score (OUPS), while hyperparameter optimization
was performed using Optuna with stratified 5-fold cross-validation. Model
evaluation was performed through ten iterations of data splitting using Balanced
Accuracy, F1-Score, sensitivity, and Area Under the Curve (AUC) metrics. Model
interpretation was performed using TreeSHAP and Ensemble Random-SHAP (ER
SHAP). The relationship between variable ranks was analyzed using Spearman's
correlation coefficient, then aggregated using the Borda Count to obtain a
consensus ranking.
The results showed that all algorithms produced good classification
performance, with AUC values above 0.80 for both definitions of food resilience.
The application of OUPS improved the model's ability to recognize minority classes
in the Strict definition, as demonstrated by increased sensitivity and Balanced
Accuracy. Variable rank correlation analysis demonstrated high Spearman
correlations, both between algorithms and between XAI methods, with TreeSHAP
and ER-SHAP correlations above 0.93. Aggregation using the Borda Count
identified seven variables with consistently high importance for both definitions of
food resilience: pre-pandemic food insecurity, level of financial concern, average
household income, rice price shocks, frequency of barriers to accessing healthcare,
variation in working hours, and frequency of job changes.
This study demonstrates that the Explainable Machine Learning approach is
capable of producing classification models with good performance while providing
robust interpretations of the factors influencing household food resilience. These
results are expected to inform the development of more targeted social protection
and food security policies to improve household resilience in the face of future
crises. | |
| dc.description.sponsorship | Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Kajian Tingkat Kepentingan Peubah dengan TreeSHAP dan ER-SHAP pada Klasifikasi Resiliensi Pangan selama Pandemi Covid-19 | id |
| dc.title.alternative | Study of Variable Importance Using TreeSHAP and ER-SHAP in Food Resilience Classification during the Covid-19 Pandemic | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | covid-19 | id |
| dc.subject.keyword | Explainable AI | id |
| dc.subject.keyword | Gradient Boosting | id |
| dc.subject.keyword | RESILIENSI PANGAN | id |
| dc.subject.keyword | Explainable machine learning | id |
| dc.subtype | Theses | |