Show simple item record

dc.contributor.advisorSiwi, Mahmudi
dc.contributor.authorMiranjani, Syahrainna Mayzwa
dc.date.accessioned2026-08-07T08:43:40Z
dc.date.available2026-08-07T08:43:40Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177692
dc.description.abstractModal sosial adalah modal yang penting bagi keberlangsungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepemilikan modal sosial dengan pola pengambilan keputusan dalam keluarga pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Desa Cijengkol, Kecamatan Setu. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif, dengan responden sebanyak 55 pasangan suami-istri KPM PKH. Data dianalisis menggunakan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepemilikan modal sosial responden berada pada kategori sedang hingga tinggi, dengan dimensi jaringan sosial yang bersifat homogen. Pola pengambilan keputusan dalam keluarga didominasi oleh pola Dominan Salah Satu, terutama pada dimensi ekonomi yang sangat bergantung pada suami sebagai pencari nafkah. Temuan utama menunjukkan tidak terdapat hubungan yang konsisten ataupun linear antara modal sosial dengan pola pengambilan keputusan. Tingkat kepercayaan yang tinggi justru cenderung membuat pasangan merasa aman untuk menyerahkan wewenang kepada salah satu pihak, sementara kepatuhan terhadap norma sosial lebih banyak memperkuat pembagian peran gender tradisional.
dc.description.abstractSocial capital is an essential capital for family sustainability. This study aims to analyze the relationship between the level of social capital ownership and family decision-making patterns in Family Hope Program (PKH) Beneficiary Families (KPM) in Cijengkol Village, Setu District. The research used a quantitative approach supported by qualitative data, with 55 married couples participating in the PKH program. Data were analyzed using cross-tabulation. The results showed that the level of social capital ownership of respondents was in the medium to high category, with a homogeneous social network dimension. The pattern of decision-making in the family was dominated by a "Dominant One" pattern, especially in the economic dimension, which is highly dependent on the husband as the breadwinner. The main findings showed no consistent or linear relationship between social capital and decision-making patterns. High levels of trust tend to make couples feel safe to hand over authority to one party, while adherence to social norms more often reinforces the division of traditional gender roles.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleHubungan Tingkat Kepemilikan Modal Sosial dengan Pola Pengambilan Keputusan dalam Keluarga Penerima Manfaat PKH (Kasus: Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi)id
dc.title.alternativeThe Correlation Between Social Capital Ownership and Decision-Making Patterns Within PKH Beneficiary Families (Case: Cijengkol Village, Setu District, Bekasi Regency)
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordKeluargaid
dc.subject.keywordProgram Keluarga Harapanid
dc.subject.keywordPola pengambilan keputusanid
dc.subject.keywordModal Sosialid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record