Pengaruh Fee-Based Income terhadap profitabilitas bank syariah dan bank konvensional pada era kebijakan QRIS
Date
2026Author
Ridwan, Muhammad Ryan
Hasanah, Neneng
Achsani, Muhammad Nur Faaiz F.
Metadata
Show full item recordAbstract
Transformasi digital pembayaran ritel menuntut perbankan nasional mendiversifikasi pendapatan jasa guna memitigasi risiko margin tradisional dan gejolak makroekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pengaruh Fee-Based Income (FBI), kualitas aset (NPF/NPL), Indeks Harga Konsumen (IHK), BI Rate, serta interaksi kebijakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terhadap Return on Assets (ROA) perbankan syariah dan konvensional di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data primer periode Januari 2017–Desember 2024, dengan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dan Error Correction Model (ECM). Hasil pengujian jangka pendek menunjukkan interaksi kebijakan QRIS menekan ROA di kedua sektor akibat tingginya investasi teknologi awal. Namun, dalam jangka panjang, seluruh variabel berpengaruh signifikan. Risiko NPF/NPL menurunkan profitabilitas. Sebaliknya, IHK, kebijakan QRIS, dan BI Rate konvensional berdampak positif terhadap laba. Pada bank syariah, BI Rate menurunkan profitabilitas, namun transformasi digital ini terbukti memenuhi aspek perlindungan harta (hifzhul maal)
Collections
- UF - Syariah Economic [653]

