Analisis Social Return on Investment (SROI) Program Wakaf Pohon Badan Pengelola Keuangan Haji di Hutan Wakaf Bogor
Abstract
Indonesia has the largest hajj pilgrim quota in the world, which contributed to an increase in the carbon footprint during the hajj pilgrimage. To support the implementation of the Green Hajj, the Hajj Financial Management Agency (BPKH) developed the Tree Waqf Program in the Bogor Waqf Forest. This study aimed to analyze the social, economic, environmental, and spiritual impacts of the BPKH Tree Waqf Program using the Social Return on Investment (SROI) method with a forecast approach. Data were collected through purposive sampling using in-depth interviews and questionnaires involving BPKH, HWB, and beneficiary communities. The results indicated that the program generated multidimensional benefits, including improved community well-being, strengthened social-religious activities, enhanced environmental quality, and increased community participation in Islamic philanthropic activities. The impact monetization results showed an SROI ratio of 3.38:1, meaning that every Rp1 invested generated social, economic, environmental, and spiritual benefits valued at Rp3.38. These findings indicated that the BPKH Tree Waqf Program is effective in creating sustainable added value for the community and the environment. Indonesia memiliki kuota jemaah haji terbesar di dunia yang berdampak pada peningkatan jejak karbon selama penyelenggaraan ibadah haji. Sebagai upaya mendukung implementasi Green Hajj, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengembangkan Program Wakaf Pohon di Hutan Wakaf Bogor. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak sosial, ekonomi, lingkungan, dan spiritual yang dihasilkan Program Wakaf Pohon BPKH menggunakan metode Social Return on Investment (SROI) dengan pendekatan forecast. Data diperoleh melalui teknik purposive sampling menggunakan in-depth interview dan kuesioner yang melibatkan BPKH, HWB, dan masyarakat penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tersebut menghasilkan manfaat multidimensi berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan aktivitas sosial-keagamaan, perbaikan kualitas lingkungan, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan filantropi Islam. Hasil monetisasi dampak menunjukkan rasio SROI sebesar 3,38:1, yang berarti setiap Rp1 investasi menghasilkan manfaat sosial, ekonomi, lingkungan, dan spiritual senilai Rp3,38. Temuan ini menunjukkan bahwa Program Wakaf Pohon BPKH efektif dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
Collections
- UF - Syariah Economic [626]

