Show simple item record

dc.contributor.advisorAhmad, Fahmi Salam
dc.contributor.authorYousnaidi, Rima Salsabila
dc.date.accessioned2026-08-07T04:31:35Z
dc.date.available2026-08-07T04:31:35Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177609
dc.description.abstractPenelitian ini menganalisis pengaruh PDB riil, suku bunga pasar uang, nilai tukar USD, nilai tukar CNY, dan trade balance bilateral ASEAN dengan Amerika Serikat serta China terhadap permintaan uang riil di enam negara ASEAN periode 2010–2024 menggunakan metode ARDL-PMG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, PDB riil dan trade balance bilateral berpengaruh positif signifikan, sedangkan suku bunga dan nilai tukar CNY berpengaruh negatif signifikan terhadap permintaan uang riil, nilai tukar USD tidak signifikan. Dalam jangka pendek, pengaruh antarnegara bersifat heterogen. Pengaruh negatif CNY menunjukkan adanya substitusi mata uang, sementara pengaruh positifnya pada salah satu negara dalam jangka pendek mencerminkan peningkatan kebutuhan likuiditas transaksi. Temuan ini menunjukkan bahwa otoritas moneter perlu memperluas pemantauan tidak hanya pada indikator domestik, tetapi juga nilai tukar CNY dan trade balance bilateral, guna mengantisipasi perubahan permintaan uang, menjaga likuiditas, dan meningkatkan efektivitas kebijakan moneter.
dc.description.abstractThis study analyzes the effects of real GDP, money market interest rate, USD exchange rate, CNY exchange rate, and bilateral trade balance of ASEAN countries with the United States and China on real money demand in six ASEAN countries over the period 2010–2024 using the ARDL-PMG method. The results show that in the long run, real GDP and bilateral trade balance have a significant positive effect, while the interest rate and CNY exchange rate have a significant negative effect on real money demand; the USD exchange rate is not significant. In the short run, the effects vary across countries. The negative effect of CNY indicates a tendency toward currency substitution, while its positive effect in one country in the short run reflects an increase in transactional liquidity needs. These findings suggest that monetary authorities need to broaden their monitoring beyond domestic indicators to include CNY exchange rate movements and bilateral trade balance developments, in order to anticipate changes in money demand, maintain adequate liquidity, and enhance the effectiveness of monetary policy transmission.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Pengaruh Nilai Tukar Dolar AS dan Yuan China terhadap Permintaan Uang ASEAN-6 Periode 2010-2024id
dc.title.alternativeThe Impact of US Dollar and Chinese Yuan Exchange Rates on Money Demand in ASEAN-6 during 2010-2024
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordASEAN-6id
dc.subject.keywordARDL-PMGid
dc.subject.keywordReal Money Demandid
dc.subject.keywordBilateral Trade Balanceid
dc.subject.keywordUSD and CNY Exchange Rateid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record