| dc.description.abstract | White spot syndrome virus (WSSV) merupakan salah satu penyebab utama kegagalan dalam budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dan udang windu (Penaeus monodon). Udang memiliki mekanisme pertahanan untuk melawan infeksi virus dengan memanfaatkan sistem imun bawaan, salah satunya dengan mengekspresikan gen antivirus. Beberapa gen antivirus yang telah dilaporkan berperan dalam meresponss infeksi WSSV adalah gen LvAV pada udang vaname, dan gen PmAV pada udang windu. Penelitian ini bertujuan menelaah potensi gen PmAV dalam pengendalian WSSV pada udang vaname melalui kajian literatur, dengan fokus pada mekanisme kerja, karakteristik molekuler, dan perbandingan dengan gen LvAV. Analisis filogenetik dan BLASTp dilakukan untuk mengetahui tingkat kekerabatan kedua gen, yang menunjukkan tingkat kemiripan sebesar 80,59% dengan nilai E-value sebesar 7e-101. Meskipun demikian, terdapat perbedaan pada daerah pengikatan karbohidrat, di mana gen PmAV memiliki motif QPD (Gln–Pro–Asp), sedangkan gen LvAV memiliki motif QPN (Gln–Pro–Asn). Selain itu, struktur sekunder juga menunjukkan perbedaan, gen PmAV tersusun atas 4 a-heliks dan 10 ß-sheet, sedangkan gen LvAV tersusun atas 4 a-heliks dan 12 ß-sheet. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa gen PmAV memiliki potensi untuk berperan penting dalam imunitas udang vaname, meskipun terdapat perbedaan karakteristik molekuler dengan gen LvAV | |