Show simple item record

dc.contributor.advisorSahara
dc.contributor.advisorAzijah, Zulva
dc.contributor.authorAssidiq, Muhammad Alfian
dc.date.accessioned2026-08-06T07:37:32Z
dc.date.available2026-08-06T07:37:32Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177433
dc.description.abstractIndonesia masih bergantung pada impor daging sapi untuk memenuhi kebutuhan domestik sehingga implementasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) berpotensi mengubah struktur biaya perekonomian nasional melalui peningkatan impor daging sapi asal Amerika Serikat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kenaikan biaya impor terhadap harga output sektoral menggunakan analisis Model Ghosh berdasarkan Tabel Input-Output Indonesia 2020 klasifikasi 185 sektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga daging sapi asal Amerika Serikat lebih tinggi dibandingkan negara pemasok utama lainnya sehingga peningkatan impornya berpotensi menggeser struktur pasar dan meningkatkan biaya impor. Simulasi Model Ghosh menunjukkan bahwa kenaikan biaya impor meningkatkan harga output berbagai sektor di Indonesia. Berdasarkan temuan tersebut, pemerintah perlu memanfaatkan ketentuan Pasal 7.3 ART sebagai dasar untuk meninjau kembali perjanjian apabila pelaksanaannya berpotensi meningkatkan biaya impor dan harga output sektoral.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAgreement on Reciprocal Trade dan Komitmen Pembelian Indonesia ke Amerika: Kasus Daging Sapiid
dc.title.alternativeThe Reciprocal Trade Agreement and Indonesia’s Purchase Commitments to the United States: The Case of Beef
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordDaging sapiid
dc.subject.keywordimporid
dc.subject.keywordinput-outputid
dc.subject.keywordkomitmen pembelianid
dc.subject.keywordmodel Ghoshid
dc.subject.keywordperjanjian timbal balikid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record