| dc.description.abstract | Stres panas pada ternak ruminansia dapat menyebabkan terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh. Kondisi tersebut mendorong perlunya eksplorasi tumbuhan kaya saponin yang berpotensi dikembangkan sebagai aditif pakan untuk menjaga imunitas ternak. Penelitian ini bertujuan menganalisis kadar saponin secara kuantitatif pada daun, batang, dan buah dari tumbuhan Miconia crenata (Vahl) Michelang (senduduk bulu) dan Ficus septica Burm.f (awar-awar) guna menentukan jenis dan bagian tumbuhan dengan kadar saponin tinggi yang berpotensi dikembangkan menjadi aditif pakan untuk ternak ruminansia. Ekstrak dari tumbuhan diperoleh menggunakan metode Ultrasonic-Assisted Extraction (UAE), kemudian kuantifikasi kadar saponin dilakukan dengan metode vanilin-asam sulfat. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Tersarang dengan dua faktor, yaitu faktor bagian berbeda pada tumbuhan (B) yang tersarang dalam faktor jenis tumbuhan (A). Hasil ANOVA menunjukkan bahwa tumbuhan dan bagiannya berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan nutrien. Nilai rendemen ekstrak pada senduduk bulu dan awar-awar bervariasi dengan pola tren yang berbeda. Jenis dan bagian tumbuhan yang tersarang berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar saponin. Bagian buah pada senduduk bulu (157,75 ± 2,41 mg SE.g-1 ekstrak) dan awar-awar (165,93 ± 3,13 mg SE.g-1 ekstrak) menunjukkan hasil kadar saponin tertinggi pada tiap tumbuhannya. Buah senduduk bulu dan awar-awar menunjukkan kelimpahan kadar saponin dalam total ekstrak terbesar pada masing-masing jenis tumbuhannya, yaitu berturut-turut 1,33 ± 0,02 g SE.50 g-1 simplisia dan 1,45 ± 0,03 g SE.50 g-1 simplisia. Simpulan dari penelitian ini adalah bagian buah menunjukkan kadar saponin dan kadar saponin dalam total ekstrak tertinggi pada masing-masing jenis tumbuhan, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi aditif pakan dengan sifat biologis sebagai imunomodulator untuk ternak ruminansia. | |