Efektivitas Perebusan dan Fermentasi Anaerob Menggunakan Bakteri Asam Laktat terhadap Kandungan Antinutrisi dan Kualitas Nutrien Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis)
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
RASYID, ALEYDA AMELIA
Nahrowi
Ridla, Muhammad
Metadata
Show full item recordAbstract
Kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) berpotensi sebagai sumber protein alternatif untuk pakan ternak, namun pemanfaatannya terbatas oleh kandungan antinutrisi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas perebusan dan fermentasi dengan bakteri asam laktat (BAL) dalam menurunkan kandungan antinutrisi dan memperbaiki kualitas fermentasi kacang koro pedang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan lima ulangan, yaitu P0 (tanpa perebusan dan tanpa BAL), P1 (tanpa perebusan dengan BAL), dan P2 (perebusan dengan BAL). Parameter yang diamati meliputi kandungan antinutrisi, komposisi nutrien, kualitas, dan sifat fisik fermentasi. Hasil menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata terhadap pH, kehilangan bahan kering, serat kasar, kerapatan tumpukan, kerapatan padatan tumpukan, dan berat jenis (p<0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah perlakuan P2 menghasilkan kualitas fermentasi dan sifat fisik terbaik serta menurunkan kandungan antinutrisi lebih rendah dibanding kontrol. Kombinasi perebusan dan BAL berpotensi meningkatkan kualitas fermentasi sebagai bahan pakan alternatif. Jack bean (Canavalia ensiformis) has potential as an alternative protein source for livestock feed; however, its utilization is limited by antinutritional content. This study aimed to evaluate the effectiveness of boiling and fermentation using lactic acid bacteria (LAB) in reducing antinutritional content and improving the quality of jack bean. A Completely Randomized Design was employed with three treatments and five replicates: P0 (no boiling, no LAB), P1 (no boiling, with LAB), and P2 (boiling, with LAB). Parameters observed included antinutritional content, nutrient composition, fermentation quality, and physical properties of the fermentation. The results showed that the treatments significantly affected pH, dry matter loss, crude fiber, bulk density, compacted bulk density, and specific gravity of the fermentation (p<0.05). It can be concluded from this study that treatment P2 yielded the best fermentation quality and physical properties while achieving lower antinutritional content compared to the control, has the potential to enhance the quality as an alternative feed ingredient.

