Pengelolaan Sampah Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu dengan Pendekatan Ekonomi Sirkular
Abstract
Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu menghasilkan
timbulan sampah tinggi akibat intensitas aktivitas operasional, namun
pengelolaannya masih terbatas pada pengumpulan dan pengangkutan ke TPA
tanpa pemilahan optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian
pengelolaan sampah berdasarkan pedoman Ecoport KP-DJPL 689 Tahun 2022,
mengestimasi timbulan sampah organik dan anorganik, serta mengidentifikasi
potensi ekonomi sirkular. Metode yang digunakan meliputi gap analysis, analisis
deskriptif kuantitatif estimasi sampah, nilai ekonomi sampah serta analisis nilai
tambah dengan Metode Hayami. Hasil menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar
88,33% dengan kesenjangan 11,67%. Dari 20 parameter, 13 berkategori No Gap
dan 7 berkategori Minor Gap pada aspek penegakan aturan, fasilitas PRF, sistem
pemilahan, volume harian, sistem paperless, penggunaan tumbler, dan evaluasi
program pengurangan sampah. Total timbulan sampah Januari–November 2025
mencapai 33.492 kg, didominasi sampah anorganik (55%), dengan sampah darat
lebih besar dibanding sampah kapal. Sampah anorganik menghasilkan nilai
ekonomi Rp2.168.160/tahun melalui Bank Sampah Cipta Madani, dengan nilai
tambah pengolahan botol plastik sebesar Rp1.867,72/kg (rasio 46,69%). Sampah
organik di PPN Palabuhanratu belum dimanfaatkan; jika diolah, berpotensi
menghasilkan maggot BSF, tepung ikan, dan pupuk organik. Pengembangan
sistem pemilahan dan kemitraan pengelolaan sampah diperlukan untuk
mendukung ekonomi sirkular di PPN Palabuhanratu. Palabuhanratu Nusantara Fishing Port (PPN Palabuhanratu) generates
substantial waste due to high operational activity, yet management remains
limited to collection and transportation to landfills without adequate sorting. This
study aimed to evaluate waste management compliance based on Ecoport
guidelines KP-DJPL 689/2022, estimate organic and inorganic waste generation,
and identify circular economy potential. Methods included Gap Analysis,
Quantitative Descriptive Analysis of Waste Generation and Economic Value, and
Value-Added Analysis using the Hayami Method. Results indicated an 88.33%
compliance rate with an 11.67% gap. Of 20 parameters, 13 were categorized as
No Gap and 7 as Minor Gap, covering regulation enforcement, PRF facilities,
sorting systems, daily volume, paperless systems, tumbler use, and waste
reduction evaluation. Total waste from January–November 2025 reached 33,492
kg, dominated by inorganic waste (55%), with land-based waste exceeding vessel
waste. Inorganic waste generated IDR 2,168,160/year through Bank Sampah
Cipta Madani, with plastic bottle processing adding IDR 1,867.72/kg in value
(ratio 46.69%). Organic waste remains unutilized; if processed, it holds potential
as BSF maggot, fish meal, and organic fertilizer. Enhanced sorting systems and
waste management partnerships are recommended to advance circular economy at
PPN Palabuhanratu.

