Show simple item record

dc.contributor.advisorNurhayati, Popong
dc.contributor.advisorAsikin, Zenal
dc.contributor.authorMubarok, Ahmad Sabiq
dc.date.accessioned2026-08-04T15:05:15Z
dc.date.available2026-08-04T15:05:15Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177120
dc.description.abstractPertanian padi merupakan salah satu sektor krusial yang mendukung perekonomian nasional dan menjadi mata pencaharian masyarakat di Indonesia. Namun menurut data BPS tahun 2023, petani di Indonesia didominasi oleh petani skala kecil/ gurem (smallholders). Petani skala kecil memiliki beberapa tantangan besar meliputi lemahnya daya tawar, ketidakpastian dan fluktuasi harga, serta keterbatasan akses pasar dan layanan teknologi dikarenakan sempitnya penguasaan lahan yang dimiliki. Program korporatisasi petani muncul menjadi salah satu upaya dalam mengatasi tantangan pada petani skala kecil. Koperasi Produsen Citra Kinaraya Demak merupakan salah satu implementasi dari program korporatisasi petani dengan model koperasi. Koperasi Produsen Citra Kinaraya Demak membentuk Badan Usaha Milik Petani (BUMP) bernama PT Tasbiha Mulia Tani (PT TMT) sebagai unit usaha komersial yang bertanggung jawab dalam produksi gabah hasil panen petani dan pemasarannya. Dengan bergabung ke dalam lembaga kolektif seperti koperasi, dinilai mampu meningkatkan kekuatan para petani skala kecil dalam mengatasi keterbatasannya. Namun, keikutsertaan petani menjadi anggota koperasi tidak serta merta menjamin bahwa mekanisme usaha benar-benar mampu menjawab permasalahan petani kecil. Pada beberapa penelitian, lembaga kolektif seperti koperasi berpeluang hanya menjadi lembaga aggregator produksi dan tidak memberikan keuntungan yang adil bagi aktor kecil jika model bisnis tidak dilakukan secara inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai nilai produksi beras, model bisnis, dan tingkat inklusivitas Koperasi Produsen Citra Kinaraya Demak, serta merumuskan rekomendasi penguatan bagi koperasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus yang dilakukan di Koperasi Produsen Citra Kinaraya Demak dan PT TMT yang berlokasi di Desa Mlatiharjo, Kabupaten Demak. Data penelitian diperoleh dari hasil wawancara secara purposive dengan informan 6 petani anggota koperasi, 1 pengurus koperasi, dan 3 pengurus PT TMT. Alat analisis yang digunakan meliputi identifikasi rantai nilai menggunakan metode ACIAR 2012, analisis model bisnis dengan Triple Layered Business Model Canvas (TLBMC), dan analisis tingkat inklusivitas menggunakan New Business Model Principles dalam kerangka LINK Methodology. Hasil analisis rantai nilai menunjukkan bahwa rantai nilai produksi beras koperasi terdiri dari tiga tahapan utama yaitu budidaya swakelola oleh petani anggota koperasi, pengolahan gabah oleh PT TMT, dan pemasaran melalui distributor, reseller, serta perusahaan mitra. Proses rantai nilai saling terintegrasi dengan PT TMT menjadi penghubung dan koordinator antara petani dengan pasar yang lebih luas. Dari analisis rantai nilai, tergambar permasalahan utama yang dialami adalah belum stabilnya kontinuitas pasokan gabah akibat melemahnya daya tarik kemitraan bagi petani baru. Kondisi ini dipengaruhi oleh kebijakan harga gabah pemerintah yang semakin mengurangi selisih harga antara yang ditawarkan koperasi dengan harga pasar umum. Meskipun demikian, harga beli gabah yang ditetapkan PT TMT masih konsisten berada di atas harga pasar umum, terutama untuk varietas beras khusus premium. Hasil analisis model bisnis menggunakan TLBMC menunjukkan bahwa PT TMT menciptakan nilai ekonomi melalui pengembangan dan pemasaran berbagai produk beras khusus premium seperti beras merah, beras hitam, beras coklat, Genki, dan beras putih premium Mlatiharjo. Diferensiasi produk yang dilakukan memiliki keuntungan dengan menyasar segmen pelanggan yang peduli akan kesehatan dan didominasi kelas menengah atas menyebabkan penentuan harga menjadi lebih tinggi sehingga meningkatkan penerimaan bagi para petani pada akhirnya. Lapisan lingkungan model bisnis PT TMT menunjukkan bahwa dalam kegiatan produksi, PT TMT telah berusaha menerapkan praktik bisnis ramah lingkungan dengan memanfaatkan hasil samping walaupun belum sepenuhnya, dan efisiensi dalam kegiatan produksi. Dari lapisan sosial, model bisnis PT TMT memberikan kontribusi dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dan bekerja sama dengan lembaga terkait di daerah operasi bisnis PT TMT. Selain itu, PT TMT juga memberi dukungan sosial kepada petani berupa kepastian pembelian gabah, layanan pendukung pertanian sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Analisis tingkat inklusivitas menggunakan New Business Model Principles menunjukkan bahwa dari enam prinsip yang dinilai, dua prinsip dikategorikan Sudah Berjalan yaitu keterkaitan pasar yang efektif dan kemudahan akses terhadap layanan, tiga prinsip dikategorikan Berjalan Sebagian yaitu kolaborasi rantai yang luas, tata kelola yang adil dan transparan, serta inovasi inklusif, dan satu prinsip dikategorikan Belum Berjalan yaitu pengukuran hasil. Temuan ini menunjukkan bahwa model bisnis koperasi telah mengarah pada praktik bisnis yang inklusif, namun masih memerlukan penguatan terutama pada aspek perlindungan petani, pelibatan petani dalam pengembangan inovasi, dan sistem evaluasi kemitraan yang lebih terstruktur. Berdasarkan temuan penelitian, diajukan tiga rekomendasi strategis yaitu, penguatan nilai tambah dan insentif keanggotaan koperasi termasuk mekanisme berbagi risiko bagi petani, pengembangan pemanfaatan limbah hasil penggilingan padi yang lebih terarah dan terkoordinasi, serta pembangunan sistem monitoring dan evaluasi inklusivitas yang sistematis. Implementasi ketiga strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan model bisnis sekaligus meningkatkan tingkat inklusivitas petani dalam rantai nilai beras yang dijalankan Koperasi Produsen Citra Kinaraya Demak.
dc.description.abstractRice farming is one of the most important agricultural sectors supporting the national economy and serving as a primary source of livelihood for rural communities in Indonesia. However, according to Statistics Indonesia (BPS) data in 2023, Indonesian agriculture is predominantly characterized by smallholder farmers. Smallholders face several major challenges, including weak bargaining power, price uncertainty and volatility, limited market access, and restricted access to technology and support services due to their small landholdings. The farmer corporatization program has emerged as one approach to addressing these challenges. Koperasi Produsen Citra Kinaraya in Demak is an example of a farmer corporatization initiative implemented through a cooperative model. The cooperative established a Farmer-Owned Enterprise (Badan Usaha Milik Petani/BUMP) called PT Tasbiha Mulia Tani (PT TMT), which functions as a commercial business unit responsible for processing and marketing rice produced by cooperative members. Participation in collective institutions such as cooperatives is expected to strengthen the position of smallholder farmers and help overcome their limitations. Nevertheless, membership in a cooperative does not automatically guarantee that the business mechanism effectively addresses the needs of smallholders. Previous studies have shown that collective institutions may function merely as production aggregators and fail to generate equitable benefits for small-scale actors if the business model is not implemented inclusively. This study aimed to analyze the rice value chain, business model, and inclusiveness level of Koperasi Produsen Citra Kinaraya, as well as to formulate recommendations for strengthening the cooperative. This research employed a qualitative case study approach conducted at Koperasi Produsen Citra Kinaraya and PT TMT, located in Mlatiharjo Village, Demak Regency. Data were collected through purposive interviews involving six cooperative-member farmers, one cooperative manager, and three PT TMT management members. The analytical tools used included value chain analysis based on the ACIAR 2012 framework, business model analysis using the Triple Layered Business Model Canvas (TLBMC), and inclusiveness assessment using the New Business Model Principles within the LINK Methodology framework. The results of the value chain analysis indicate that the cooperative’s rice value chain consists of three main stages: self-managed rice cultivation by cooperative-member farmers, paddy processing by PT TMT, and marketing through distributors, resellers, and business partners. The value chain is highly integrated, with PT TMT serving as the coordinator and intermediary linking farmers to broader market opportunities. From the value chain analysis, the main problem identified is the unstable continuity of paddy supply due to the declining attractiveness of partnership for new farmers. This condition is influenced by government paddy price policies that have increasingly narrowed the price gap between what the cooperative offers and the general market price. Nevertheless, the paddy purchase price set by PT TMT remains consistently above the general market price, particularly for premium specialty rice varieties. Business model analysis results using TLBMC indicate that PT TMT creates economic value through the development and marketing of various premium specialty rice products such as red rice, black rice, brown rice, Genki, and Mlatiharjo premium white rice. The product differentiation undertaken has the advantage of targeting health-conscious customer segments dominated by the upper middle class, enabling higher selling price determination which ultimately supports PT TMT's ability to purchase farmers' paddy above the general market price. The environmental layer of PT TMT's business model shows that in production activities, PT TMT has made efforts to implement environmentally friendly business practices by utilizing production by-products, although not yet fully, and achieving efficiency in production activities. From the social layer, PT TMT's business model contributes to creating employment opportunities for surrounding communities and collaborating with relevant institutions in PT TMT's business operating area. In addition, PT TMT also provides social support to farmers in the form of guaranteed paddy purchases, agricultural support services, while simultaneously empowering the surrounding community. The inclusiveness analysis based on the New Business Model Principles indicates that from the six principles assessed, two principles were categorized as Fully Implemented, effective market linkage and equitable access to services, three principles were categorized as Partially Implemented namely chain-wide collaboration, fair and transparent governance, and inclusive innovation, and one principle was categorized as Not Yet Implemented namely measurement of outcomes. These findings indicate that the cooperative's business model has been moving toward inclusive business practices, but still requires strengthening particularly in aspects of farmer protection, farmer involvement in innovation development, and a more structured partnership evaluation system. Based on these findings, three strategic recommendations were proposed: enhancing the added value and membership incentives of the cooperative including risk-sharing mechanisms for farmers, developing more directed and coordinated utilization of rice-milling by-products, and establishing a systematic inclusivity monitoring and evaluation system. The implementation of these three strategies is expected to strengthen business model sustainability while simultaneously increasing the level of farmer inclusivity in the rice value chain operated by Citra Kinaraya Producer Cooperative Demak.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleRantai Nilai dan Model Bisnis Inklusif Koperasi Produsen Citra Kinaraya Kabupaten Demakid
dc.title.alternativeValue Chain and Inclusive Business Model of Citra Kinaraya Producer Cooperatives Demak Regency
dc.typeTesis
dc.subject.keywordkoperasi petaniid
dc.subject.keywordModel Bisnis Inklusifid
dc.subject.keywordrantai nilai berasid
dc.subject.keywordtriple layered business model canvasid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record