Stimulasi Perakaran Vetiver untuk Meningkatkan Kuat Geser Tanah dalam Usaha Mitigasi Longsor
Date
2026Author
S, Genesis Lorenzo
Putra, Heriansyah
Erizal
Nasrullah, Nizar
Metadata
Show full item recordAbstract
Bencana longsor di wilayah tropis dengan curah hujan tinggi merupakan ancaman serius yang umumnya dimitigasi melalui pendekatan rekayasa bio-teknik menggunakan tanaman vetiver (Chrysopogon zizanioides (L.) Roberty). Meskipun perakarannya efektif berfungsi sebagai tulangan tanah hidup, penerapan metode ini memiliki keterbatasan teknis, yaitu terdapatnya jeda waktu rentan erosi antara fase awal penanaman hingga terbentuknya sistem perakaran yang kuat. Dalam mengatasi kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis respons pertumbuhan morfologi dan distribusi biomassa akar akibat induksi stimulan biologis (mikoriza dan Plant Growth-Promoting Rhizobacteria / PGPR) serta kimiawi (Indole-3-Butyric Acid / IBA), mengevaluasi besaran peningkatan kohesi tanah dan efisiensi biomekanis akar, serta menentukan potensi akselerasi waktu pencapaian target kekuatan tanah sebagai solusi mitigasi longsor jangka pendek. Eksperimen ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pada kolom tanah terkontrol berupa pipa yang ditempatkan di lingkungan terbuka. Evaluasi parameter mekanika tanah kemudian dilakukan melalui uji geser langsung (direct shear test) pada interval pengamatan 30, 45, 60, 75, dan 90 Hari Setelah Tanam (HST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi stimulan secara nyata memodulasi arsitektur perakaran vetiver tanpa mengganggu keseimbangan fisiologis rasio tajuk-akar, sekaligus meningkatkan kohesi tanah total (??) dan kohesi akar (????') secara substansial. Seluruh perlakuan stimulan terbukti memberikan peningkatan parameter kohesi akar (????') yang jauh melampaui tanaman tanpa perlakuan (kontrol) yang memiliki efisiensi kohesi dasar sebesar 9,56 kPa per satuan rasio massa akar. Perlakuan Mikoriza memberikan efisiensi perkuatan kohesi akar (????') tertinggi sebesar 23,11 kPa, atau meningkat 2,42 kali lipat dibandingkan kontrol . Perlakuan hormon IBA menempati peringkat kedua dengan efisiensi kohesi akar (????') sebesar 22,02 kPa, atau meningkat 2,30 kali lipat terhadap kontrol. Sementara itu, perlakuan PGPR memberikan efisiensi kohesi akar (????')sebesar 19,38 kPa, atau meningkat 2,03 kali lipat dibandingkan kontrol. Pada akhir pengamatan (90 HST), kohesi tanah perlakuan berstimulan konsisten mencapai 14–15 kPa, jauh melampaui tanaman kontrol yang melandai di bawah 9 kPa. Perlakuan Mikoriza terbukti mengakselerasi stabilisasi lereng, di mana kapasitas perkuatan tanah kontrol umur 90 HST mampu disamai hanya dalam waktu 45 HST. Pemangkasan jeda waktu (temporal lag) ini efektif meminimalkan risiko kerentanan awal lereng sebagai solusi mitigasi jangka pendek rekayasa biogeoteknik.
Collections
- MF - Agriculture Technology [2514]

