Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keputusan Adopsi BPJS Ketenagakerjaan pada Petani di Kabupaten Bandung (Kasus: Kelompok Tani Demah Luhur, Desa Mekar Saluyu)
Abstract
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan merupakan program yang bertujuan memberikan perlindungan bagi pekerja sektor formal dan informal, termasuk petani melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Di Kabupaten Bandung, kepesertaan petani dalam program ini telah didaftarkan secara otomatis melalui APBD. Namun, proses penerimaan dan pemahaman petani terhadap program masih perlu dikaji, karena sebagian besar petani belum pernah memanfaatkannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tahapan keputusan adopsi program, yang meliputi karakteristik petani, persepsi tentang karakteristik inovasi, serta persepsi tentang efektivitas penyuluhan. Penelitian ini dilakukan terhadap 39 anggota Kelompok Tani Demah Luhur menggunakan metode sensus yang didukung data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan formal, pengalaman bertani, dan luas penguasaan lahan berhubungan signifikan dengan tahap pengetahuan. Persepsi petani tentang karakteristik inovasi berhubungan signifikan dengan tahap persuasi, dan persepsi petani tentang efektivitas penyuluhan berhubungan signifikan dengan tahap persuasi dan keputusan. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan is a program that provides protection for workers in both the formal and informal sectors, including farmers, through the Work Accident Insurance (JKK) and Death Insurance (JKM) programs. In Bandung Regency, farmers' participation in this program has been automatically registered through the regional budget (APBD). However, farmers' acceptance and understanding of the program still need to be examined, as most farmers have never made use of it. This study aims to analyze the factors related with the stages of the decision-making process for program adoption, including farmers' characteristics, perceptions of innovation characteristics, and perceptions of extension effectiveness. The study was conducted on 39 farmers who are members of the Demah Luhur Farmer Group using a census method supported by qualitative data obtained through in-depth interviews. The results show that formal education level, farming experience, and land size are significantly related to the knowledge stage. Farmers' perceptions of innovation characteristics are significantly related to the persuasion stage, and farmers' perceptions of extension effectiveness are significantly related to both the persuasion stage and the decision stage.

