Adopsi QRIS di Kalangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Hortikultur di Bogor (Aplikasi Technology Acceptance Model)
Abstract
Adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada UMKM
hortikultur di tingkat kelurahan belum merata akibat keterbatasan pemahaman serta
perbedaan persepsi terhadap manfaat dan kemudahan penggunaan. Penelitian ini
menganalisis adopsi QRIS menggunakan Technology Acceptance Model (TAM)
untuk menguji pengaruh persepsi manfaat dan kemudahan terhadap sikap, niat, dan
keputusan adopsi, serta peran usia dan pendidikan sebagai karakteristik individu.
Pendekatan campuran diterapkan melalui survei terhadap 60 UMKM (cluster
random sampling), didukung observasi dan wawancara mendalam. Analisis data
kuantitatif menggunakan metode SEM-PLS karena keandalannya dalam menguji
hubungan kompleks secara akurat pada sampel yang terbatas. Hasil penelitian
merekomendasikan penyediaan fitur pencairan dana cepat, peninjauan kebijakan
biaya, serta pendampingan teknis khusus bagi pemilik UMKM hortikultur dan
lansia agar adopsi QRIS lebih inklusif dan tepat sasaran.

