| dc.contributor.advisor | Annisa | |
| dc.contributor.advisor | Priandana, Karlisa | |
| dc.contributor.author | Damarsasi, Nuristyo | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-01T08:52:32Z | |
| dc.date.available | 2026-08-01T08:52:32Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176784 | |
| dc.description.abstract | Pertumbuhan pesat e-commerce setelah pandemi meningkatkan kebutuhan
layanan logistik yang cepat, efisien, dan berbiaya rendah. Salah satu tahapan paling
rumit dan mahal adalah last-mile delivery, yaitu pengiriman paket dari pusat
distribusi akhir ke pelanggan. Kompleksitasnya dipengaruhi oleh banyaknya tujuan
pengiriman, variasi jarak tempuh, serta keterbatasan jumlah kurir dan kendaraan.
Untuk meningkatkan efisiensi operasional, perusahaan logistik menerapkan
model kemitraan dengan kurir independen yang dibayar berdasarkan jumlah paket
yang berhasil dikirimkan. Namun, model ini berpotensi menimbulkan ketimpangan
pendapatan apabila pembagian paket dan area kerja tidak dilakukan secara adil.
Pada salah satu perusahaan logistik di Cilebut, Kabupaten Bogor, terdapat 41 kurir
mitra dengan rata-rata 822 paket per kurir, tetapi jumlah paket berkisar antara 96
hingga 1.215 paket, yang menunjukkan ketimpangan beban kerja yang tinggi.
Penelitian ini membahas Task Allocation Problem, yaitu pendistribusian tugas
secara efisien sesuai sumber daya yang tersedia. Dalam last-mile delivery, tugas
tersebut berupa pembagian area dan paket kepada setiap kurir. Berbagai penelitian
umumnya menggunakan strategi cluster first and route second melalui metode
klasterisasi berbasis jarak, seperti K-Means dan Clustering-Based Routing
Heuristic (CRH), yang dipadukan dengan optimasi rute menggunakan Vehicle
Routing Problem with Time Windows (VRPTW) dan Ant Colony Optimization
(ACO).
Penelitian ini memperkenalkan pendekatan fairness-aware spatial task
allocation yang menjadikan pemerataan beban kerja kurir sebagai hard constraint.
Kontribusi utama penelitian terletak pada formulasi optimasi yang
menyeimbangkan efisiensi melalui minimasi total jarak tempuh dan fairness
melalui minimasi ketimpangan jumlah paket antar kurir. Konflik antara kedua
tujuan tersebut diatasi menggunakan Capacity Constrained Voronoi Diagram
(CCVD), yang menjamin seluruh paket teralokasi, setiap paket hanya ditangani satu
kurir, dan setiap area pengiriman tetap terkoneksi. Setelah area seimbang terbentuk,
ACO digunakan untuk mengoptimalkan rute pengiriman pada setiap area.
Tahapan penelitian meliputi pengumpulan dan pra-pemrosesan data,
pengembangan model optimasi area dan rute menggunakan K-Means, CCVD, dan
ACO, serta implementasi dan evaluasi hasil optimasi. Evaluasi dilakukan dengan
membandingkan jumlah paket dan total jarak tempuh setiap kurir sebelum dan
sesudah optimasi. Penelitian ini diharapkan menjadi rekomendasi bagi perusahaan
logistik dalam membangun model last-mile delivery berbasis kemitraan yang
mendukung pemerataan beban kerja kurir mitra sekaligus menjaga efisiensi
operasional perusahaan. | |
| dc.description.abstract | The rapid growth of e-commerce after the COVID-19 pandemic has
increased the demand for fast, efficient, and cost-effective logistics services. One
of the most complex and expensive stages is last-mile delivery, which involves
delivering parcels from the final distribution center to customers. This stage is
challenging because of the large number of delivery destinations, varying travel
distances, and limited courier and vehicle resources.
To improve operational efficiency, many logistics companies employ
independent partner couriers who are paid based on the number of parcels
successfully delivered. However, this payment model may create income inequality
when delivery areas and workloads are not distributed fairly. Data from a logistics
company in Cilebut, Bogor Regency, involving 41 partner couriers, revealed a
significant workload imbalance, with an average of 822 parcels per courier and
workloads ranging from 96 to 1,215 parcels.
This study addresses the Task Allocation Problem, which focuses on
efficiently assigning delivery areas and parcels according to available resources.
Existing last-mile delivery approaches commonly adopt a cluster-first, routesecond strategy using distance-based clustering methods such as K-Means and the
Clustering-Based Routing Heuristic (CRH), followed by route optimization using
the Vehicle Routing Problem with Time Windows (VRPTW) and Ant Colony
Optimization (ACO).
This research proposes a fairness-aware spatial task allocation model that
treats workload balancing as a hard constraint rather than a secondary objective.
Instead of emphasizing a new algorithm combination, the main contribution is an
optimization formulation that simultaneously minimizes total travel distance and
workload disparity among couriers. Because K-Means can reduce travel distance
while increasing workload imbalance, the proposed approach first applies the
Capacity Constrained Voronoi Diagram (CCVD) to ensure that all parcels are
assigned, each parcel is handled by only one courier, and every delivery area
remains spatially connected. Ant Colony Optimization (ACO) is then used to
optimize delivery routes within each balanced area.
The research methodology includes data collection, data preprocessing,
optimization of delivery areas and routes using K-Means, CCVD, and ACO,
followed by implementation and evaluation. Performance is evaluated by
comparing parcel distribution and the total travel distance of each courier before
and after optimization. The proposed model is expected to provide practical
recommendations for logistics companies in developing partnership-based last-mile
delivery systems that promote fair workload distribution while maintaining
operational efficiency. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | OPTIMASI PENGIRIMAN LAST MILE OLEH KURIR MITRA MENGGUNAKAN K-MEANS DAN ANT COLONY OPTIMIZATION | id |
| dc.title.alternative | Optimization of Last-Mile Delivery by Partner Couriers Using K-Means and Ant Colony Optimization | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | Ant Colony Optimization (ACO) | id |
| dc.subject.keyword | Capacity Constrained Voronoi Diagram | id |
| dc.subject.keyword | Clustering-Based Routing Heuristic (CRH) | id |
| dc.subject.keyword | Cluster First and Route Second | id |
| dc.subject.keyword | Kurir Mitra | id |
| dc.subject.keyword | k-means | id |
| dc.subject.keyword | Last-Mile Delivery | id |
| dc.subject.keyword | Task Allocation | id |
| dc.subject.keyword | Vehicle Route Problem Time Window (VRPTW) | id |
| dc.subtype | Theses | |