Hubungan Persepsi Masyarakat dengan Perilaku Stop BABS berdasarkan Health Belief Model (Kasus: Program STBM Pilar 1 di RT 08, Kampung Sehat Lebak Bulus, Jakarta Selatan)
Abstract
Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan program pemerintah yang bertujuan mengubah perilaku masyarakat menuju praktik sanitasi yang sehat. Kampung Sehat Lebak Bulus menjadi salah satu lokasi implementasi Program STBM (Stop BABS) melalui pembangunan IPAL komunal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku Stop BABS pada masyarakat Kampung Sehat Lebak Bulus serta menganalisis faktor yang berhubungan dengan pembentukan perilaku Stop BABS. Pendekatan yang digunakan ialah metode kuantitatif melalui survei terhadap 43 responden, yang didukung data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan beberapa informan. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman dan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa persepsi masyarakat dan isyarat untuk bertindak berdasarkan HBM berhubungan signifikan dengan perilaku Stop BABS pada variabel persepsi keparahan dan persepsi kerentanan. Selain itu, faktor pengubah memiliki hubungan yang sigfinikan dengan beberapa persepsi masyarakat berdasarkan HBM. The Community-Based Total Sanitation Program (STBM) is a government program aimed at changing community behavior towards healthy sanitation practices. Kampung Sehat Lebak Bulus is one of the implementation locations for the STBM Program through the construction of a IPAL communal. This study aims to analyze the behavior of Stop Defecation in the Kampung Sehat Lebak Bulus community and analyze the factors correlated to the formation of this Stop Defecation behavior. The approach used is a quantitative method through a survey of 43 respondents, supported by qualitative data through in depth interviews with several informants. Data analysis was carried out using the Spearman Rank and Chi-Square tests. The results showed that community perceptions and cues to action in HBM were significantly correlated to Stop Defecation behavior in the variables of perceived severity and perceived susceptibility. In addition, modifying factors had a significant correlated with several community perceptions in the HBM.

