Show simple item record

dc.contributor.advisorSuprehatin
dc.contributor.authorMadyananda, Fauzaan Fadhlurrohman
dc.date.accessioned2026-07-30T08:41:41Z
dc.date.available2026-07-30T08:41:41Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176560
dc.description.abstractOJ Organic Farm merupakan usaha agrowisata berbasis pertanian organik yang mengalami penurunan pendapatan akibat menurunnya jumlah wisatawan. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk melakukan diversifikasi usaha melalui pengolahan tanaman rosemary menjadi rosemary oil sebagai produk bernilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan rosemary oil. Penelitian dilaksanakan di OJ Organic Farm, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis nilai tambah dilakukan menggunakan metode Hayami, sedangkan analisis ini dilakukan melalui penilaian pasar dan pemasaran, bauran pemasaran (4P), teknis, manajemen dan hukum, ekonomi, sosial dan budaya, lingkungan, serta analisis pendapatan menggunakan Revenue Cost Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan rosemary oil menghasilkan rasio nilai tambah sebesar 89,23%, yang termasuk dalam kategori tinggi sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas rosemary.
dc.description.abstractOJ Organic Farm is an organic agro-tourism enterprise that has experienced a decline in revenue due to a decrease in the number of visitors. To overcome this condition, the company plans to diversify its business by processing cultivated rosemary into rosemary oil as a value-added product. This study aimed to analyze the value added generated from rosemary oil processing. The research was conducted at OJ Organic Farm, Caringin District, Bogor Regency, using a case study approach with quantitative and qualitative methods. Value-added analysis was performed using the Hayami method, while business was evaluated through market, Marketing Mix technical, management and legal, economic, social and cultural, environmental, and revenue aspects using the Revenue Cost Ratio. The results showed that rosemary oil processing generated a value-added ratio of 89,23%, indicating a high level of value addition and increasing the economic value of rosemary.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Nilai Tambah dan Pendapatan Pengolahan Minyak Rosemary Oil pada OJ Organic Farmid
dc.title.alternativeValue Added Analysis and Revenue of Rosemary Oil at OJ Organic Farm
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordbauran pemasaranid
dc.subject.keyworddiversifikasi usahaid
dc.subject.keywordminyak rambutid
dc.subject.keywordnilai tambahid
dc.subject.keywordR/C rasioid
dc.subject.keywordBusiness diversificationid
dc.subject.keywordhair oilid
dc.subject.keywordmarketing mixid
dc.subject.keywordR/C ratioid
dc.subject.keywordvalue addedid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record