Show simple item record

dc.contributor.advisorJuanda, Bambang
dc.contributor.authorRahmadhani, Dilla Alfiana
dc.date.accessioned2026-07-29T17:52:39Z
dc.date.available2026-07-29T17:52:39Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176420
dc.description.abstractRencana penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi salah satu alternatif kebijakan fiskal untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi. Di sisi lain, pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun pada perbankan untuk memperkuat likuiditas dan meningkatkan kapasitas penyaluran kredit. Namun, bukti mengenai efektivitas bauran kedua kebijakan tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penurunan tarif PPN, injeksi likuiditas, dan interaksi keduanya terhadap respons pelaku ekonomi menggunakan pendekatan eksperimen ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan tarif PPN mendorong aktivitas ekonomi melalui peningkatan permintaan agregat, sedangkan injeksi likuiditas memperkuat fungsi intermediasi perbankan. Kombinasi kedua kebijakan menghasilkan stimulus yang lebih efektif dibandingkan penerapan secara terpisah. Temuan ini menunjukkan pentingnya koordinasi kebijakan fiskal dan moneter serta bahwa pendekatan eksperimen ekonomi dapat digunakan untuk mengevaluasi respons pelaku ekonomi sebelum suatu kebijakan diterapkan.
dc.description.abstractThe government plan to reduce the Value Added Tax (VAT) rate has become one of the fiscal policy alternatives to enhance purchasing power and stimulate economic activity. At the same time, the government has allocated IDR 200 trillion to the banking sector to strengthen liquidity and expand lending capacity. However, empirical evidence on the effectiveness of combining these two policies remains limited. This study aims to analyze the effects of a VAT rate reduction, liquidity injection, and their interaction on economic agents' responses using an experimental economics approach. The results show that a VAT rate reduction stimulates economic activity by increasing aggregate demand, while liquidity injection strengthens the banking intermediation function. The combination of both policies generates a more effective economic stimulus than implementing each policy separately. These findings highlight the importance of fiscal and monetary policy coordination and demonstrate that experimental economics can serve as an alternative approach to evaluating economic agents' responses before the policy being implemented.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEfek Kebijakan Pajak Pertambahan Nilai dan Suntikan Likuiditas terhadap Kinerja Perekonomian: Pendekatan Eksperimen Ekonomi.id
dc.title.alternativeThe Effect of Value Added Tax Policy and Liquidity Injection on Economic Performance: An Experimental Economics Approach
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordeksperimen ekonomiid
dc.subject.keywordinjeksi likuiditasid
dc.subject.keywordkebijakan fiskalid
dc.subject.keywordKebijakan moneterid
dc.subject.keywordPajak Pertambahan Nilai (PPN)id
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record