Hubungan Tingkat Kekuatan Modal Sosial Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif dengan Tingkat Kewirausahaan Sosial (Kasus: Rumah Kreatif Coey)
Abstract
Modal sosial menyoroti peran jejaring, kepercayaan, dan norma dalam membentuk hubungan kolaboratif. Keterkaitan antara modal sosial dan kewirausahaan sosial pada komunitas ekonomi kreatif masih terbatas dalam kajian. Rumah Kreatif Coey berperan sebagai wadah pemberdayaan yang meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan dan kolaborasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pelaku usaha, tingkat kekuatan modal sosial, tingkat kewirausahaan sosial, serta hubungan antara keduanya, khususnya pada peserta tata boga. Pendekatan kuantitatif dengan dukungan data kualitatif digunakan melalui uji korelasi Spearman terhadap 45 responden dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu tidak berhubungan signifikan dengan modal sosial maupun kewirausahaan sosial. Kedua variabel berada pada kategori sedang hingga tinggi. Terdapat hubungan positif dan signifikan, terutama pada dimensi linking. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan jejaring, kepercayaan, dan akses kelembagaan. Social capital highlights the role of networks, trust, and norms in shaping collaborative relationships. The relationship between social capital and social entrepreneurship in creative economy communities remains underexplored. Rumah Kreatif Coey functions as a community-based initiative that enhances entrepreneurs’ capacities through training and collaboration. This study aims to analyze entrepreneurs’ characteristics, the level of social capital strength, the level of social entrepreneurship, and the relationship between the two, particularly among culinary participants. A quantitative approach supported by qualitative data was employed using Spearman correlation on 45 respondents and in-depth interviews. The results indicate that individual characteristics are not significantly associated with social capital or social entrepreneurship. Both variables are at moderate to high levels. A positive and significant relationship is identified, particularly in the linking dimension. These findings highlight the importance of strengthening networks, trust, and institutional access.

