Perancangan Model Agroindustri Kentang di Sumatera Barat
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Hidayatullah, Ridho
Marimin
Muslich
Metadata
Show full item recordAbstract
Sumatera Barat merupakan salah satu daerah penghasil kentang di Indonesia. Sentra produksi utamanya tersebar di dataran tinggi seperti Agam, Tanah Datar, dan Solok, yang memiliki iklim sejuk sesuai untuk budidaya kentang. Namun, hingga saat ini, hampir seluruh hasil panen kentang dari wilayah tersebut masih dijual dalam bentuk bahan segar (tanpa pengolahan lanjutan). Praktik ini menyebabkan hilangnya potensi nilai tambah yang seharusnya bisa diperoleh melalui diversifikasi produk. Studi ini bertujuan untuk menentukan pengembangan produk agroindustri kentang, penentuan lokasi strategis untuk mendirikan agroindustri kentang, strategi kelembagaan yang tepat untuk pengembangan agroindustri kentang dan analisis kelayakan usaha dari agroindustri kentang.
Penelitian ini dilaksanakan di kabupaten yang menjadi sentra produksi kentang di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian dilaksanakan selama delapan bulan yang dimulai pada bulan Agustus 2024 hingga Maret 2025. Pengumpulan data dan informasi diperoleh melalui data primer, sekunder, serta observasi lapangan. Data primer diperoleh melalui survei lapangan (observasi) langsung ke petani, wawancara mendalam (in depth interview) dengan pihak pakar ahli yaitu Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, teknokrat, akademisi, kelompok tani, dan lembaga penelitian Sumatera Barat, serta pengisian kuesioner oleh pakar sebagai responden. Data sekunder diperoleh melalui tinjauan pustaka, literatur jurnal dan dokumen resmis dari Badan Pusat Statistik Indonesia yang diakses melalui internet. Metode analytical hierarchy process (AHP) diterapkan dalam pemilihan produk agroindustri kentang. Analisis location quotient (LQ) digunakan untuk mengidentifikasi daerah dengan basis produksi kentang. Daerah-daerah ini kemudian dianalisis lebih lanjut menggunakan metode factor rating. Metode interpretive structural modeling (ISM) digunakan untuk merumuskan strategi kelembagaan untuk agroindustri kentang. Hasil dari penentuan produk agroindustri kentang serta lokasi pengembangan agroindustri kentang dilakukan analisis kelayakan usaha agroindustri kentang menggunakan analisis NPV, IRR, B/C dan payback periode serta melakukan uji sensitivitas analaisis kelayakan usaha.
Hasil penelitian dalam penentuan pengembangan produk agroindustri kentang dengan menggunakan metode AHP menunjukkan bahwa pada hierarki faktor yang memiliki bobot tertinggi yaitu bahan baku (0,268), selanjutnya pada hierarki aktor yang memiliki bobot tertinggi yaitu petani kentang (0,258) serta alternatif produk agroindustri yang terpilih adalah keripik kentang dengan skor 0,425. Selanjut pada tujuan penentuan lokasi pengembangan agroindustri, analisis LQ mengungkapkan beberapa lokasi potensial untuk pengembangan agroindustri kentang yaitu Kecamatan Lembah Gumanti (1,081), Kecamatan Danau Kembar (1,855), Kecamatan Tanjung Baru (10,427), Kecamatan IV Koto (1,372), Kecamatan Sungai Pua (4,142), Kecamatan Canduang (1,932) dan Kecamatan Sangir (4,080). Analisis lebih lanjut menggunakan metode faktor rating mengidentifikasi Kecamatan Lembah Gumanti sebagai lokasi paling strategis untuk pengembangan agroindustri kentang di Sumatera Barat dengan skor 85,72. Analisis ISM menunjukkan bahwa sub-elemen kunci dari elemen tujuan adalah menciptakan sumber daya manusia berkualitas tinggi dan terampil, sub-elemen kunci dari elemen kebutuhan adalah sumber daya manusia terampil, sub-elemen kunci dari elemen kendala adalah kurangnya sumber daya manusia terampil, sub-elemen kunci dari elemen aktivitas adalah memberikan pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan sub-elemen kunci dari elemen aktor adalah petani. Hasil Analisis kelayakan usaha agroindustri kentang diperoleh modal awal yaitu Rp2.946.839.996. Hasil net present value (NPV) diperoleh nilainya yaitu Rp706.851.238, internal rate of return (IRR) yaitu 18,53%, payback periode 5 tahun, dan Benefit Cost Ratio (B/C) yaitu 1,15. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha agroindustri keripik kentang di Kecamatan Lembah Gumanti layak untuk dijalankan berdasarkan asumsi-asumsi yang telah ditetapkan.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan agroindustri kentang di Sumatera Barat, khususnya dengan menyajikan pendekatan terpadu yang menggabungkan metode AHP, LQ, factor rating, ISM, serta analisis kelayakan usaha. Kontribusi utamanya adalah teridentifikasinya keripik kentang sebagai produk agroindustri prioritas dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku dan peran sentral petani sebagai aktor kunci. Penelitian ini berhasil menetapkan Kecamatan Lembah Gumanti sebagai lokasi paling strategis untuk pendirian agroindustri kentang, yang sebelumnya belum pernah dipetakan secara sistematis. Temuan strategi kelembagaan melalui ISM mengungkap bahwa pengembangan sumber daya manusia terampil merupakan elemen kunci sekaligus kendala utama, sehingga pelatihan dan pendidikan menjadi aktivitas prioritas. Penelitian ini membuktikan secara kuantitatif bahwa agroindustri keripik kentang di lokasi tersebut layak secara finansial (NPV positif, IRR 18,53% > discount rate, payback periode 5 tahun, serta B/C 1,15), sehingga memberikan landasan ilmiah bagi pemerintah daerah, petani, dan investor untuk beralih dari penjualan kentang segar ke produk olahan bernilai tambah. Penelitian ini tidak hanya mengisi kesenjangan literatur tentang agroindustri kentang di Sumatera Barat, tetapi juga menyediakan rekomendasi operasional yang siap diimplementasikan.
Collections
- MF - Agriculture Technology [2518]

