Pemanfaatan Asam Ferulat dalam Pakan Mengandung Tepung Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis) Terhadap Kinerja Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Date
2026Author
Anisa, Bella Muthia
Fauzi, Ichsan Achmad
Jusadi, Dedi
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi suplementasi asam ferulat dalam pakan yang mengandung tepung kacang koro pedang (Canavalia ensiformis), serta menguji pengaruhnya terhadap kinerja pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Rancangan acak faktorial digunakan dengan empat perlakuan dan empat ulangan: K (pakan tanpa asam ferulat + tepung kacang koro pedang), P1 (pakan + asam ferulat 400 mg), P2 (pakan + tepung kacang koro pedang 5% + asam ferulat 400 mg), P3 (pakan + tepung kacang koro pedang 5%). Ikan nila sebanyak 12 ekor dipelihara dalam akuarium berukuran 50 cm×50 cm×40 cm selama 60 hari dan diberi pakan sebanyak 3 kali sehari dengan at satiation. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan terbaik diperoleh pada P1. Sementara itu, perlakuan P2 menunjukkan peningkatan pertumbuhan dibandingkan perlakuan P3. Parameter pertumbuhan seperti laju pertumbuhan spesifik dan jumlah konsumsi pakan pada P2 berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan perlakuan lainnya. Rasio konversi pakan dan rasio efisiensi protein pada P3 tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan K dan P1. Tingkat kelangsungan hidup pada K dan P1 tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan P2. This study evaluated the effects of ferulic acid supplementation in diets containing jack bean (Canavalia ensiformis) meal on the growth performance of Nile tilapia (Oreochromis niloticus). A completely randomized factorial design was used with four treatments and four replicates: K (diet without ferulic acid or jack bean meal supplementation), P1 (diet supplemented with 400 mg kg-1 ferulic acid), P2 (diet containing 5% jack bean meal + 400 mg kg-1 ferulic acid), and P3 (diet containing 5% jack bean meal). A total of 12 Nile tilapia were kept in aquaria measuring 50 cm × 50 cm × 40 cm for 60 days and fed 3 times a day at satiation. The results showed that the best growth performance was obtained in P1. Meanwhile, P2 exhibited improved growth performance compared with P3. Specific growth rate and feed intake in P2 were significantly different (P<0.05) from those of the other treatments. Feed conversion ratio and protein efficiency ratio in P3 were not significantly different (P>0.05) from those in K and P1. Survival rate in K and P1 was not significantly different (P>0.05) from that in P2.
Collections
- UF - Aquaculture [2265]

