Pengembangan Uji Vigor Benih Sorgum (Sorghum bicolor) dengan Radicle Emergence Menggunakan Pola Citra Digital
Date
2026Author
PERMANA, ANGGIE
Widajati, Eny
Permatasari, Okti Syah Isyani
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengujian radicle emergence (RE) merupakan metode uji cepat untuk
menduga vigor benih karena kemunculan radikula mencerminkan aktivitas
metabolisme benih. Penelitian ini bertujuan mendapatkan metode uji radicle
emergence sebagai pengujian cepat vigor benih sorgum (Sorghum bicolor) dengan
menggunakan pengolahan citra digital. Penelitian ini menggunakan rancangan
kelompok lengkap teracak (RKLT) satu faktor, yaitu 9 lot benih sorgum varietas
Bioguma 1, 2, dan 3 yang diperoleh melalui penyimpanan suhu ±18 ºC, suhu 21–
32 ºC, dan pengusangan cepat 43 ±1 ºC selama 72 jam. Mutu fisiologis benih
dievaluasi menggunakan daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan
potensi tumbuh maksimum. Pengujian RE dilakukan pada 35, 40, 45, 50, dan 55
jam setelah pengecambahan. Data RE dianalisis menggunakan korelasi dan regresi
terhadap tolok ukur viabilitas dan vigor benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perlakuan penyimpanan menghasilkan variasi mutu lot benih sorgum. Pengujian
RE dengan citra digital paling akurat membedakan mutu benih pada 35 jam setelah
pengecambahan dengan menghasilkan empat tingkatan mutu benih. Nilai RE
memiliki korelasi positif sangat kuat dengan seluruh tolok ukur viabilitas dan vigor
(r > 0,97). Periode 35 jam suhu 25 ±1 °C merupakan waktu pengamatan terbaik
untuk menduga mutu benih sorgum, dengan korelasi tertinggi terhadap indeks vigor
(r = 0,9887; R² = 0,9796). The radicle emergence (RE) test is a rapid method for predicting seed vigor,
as the onset of RE reflects seed metabolic activity. This study aimed to develop an
RE test method as a rapid vigor assessment for Sorghum bicolor seeds using digital
image processing. A single-factor randomized complete block design was applied,
utilizing 9 seed lots of Bioguma 1, 2, and 3 varieties. These lots were established
through storage at ±18 ºC, room temperature (21–32 ºC), and controlled
deterioration at 43 ±1 ºC for 72 hours. Seed physiological quality was evaluated
based on germination percentage, vigor index, germination speed, and maximum
seedling growth potential. The RE test was conducted at 35, 40, 45, 50, and 55 hours
after imbibition. Data were analyzed using correlation and regression against
viability and vigor parameters. The results showed that temperature treatments
successfully generated variations in seed lot quality. Digital image-based RE testing
at 35 hours was the most accurate. The RE values correlated strongly with all
viability and vigor parameters (r > 0,97). The 35-hour period at 25 ± 1 °C was the
optimal observation time for predicting sorghum seed quality, showing the highest
correlation with the vigor index (r = 0,9887; R² = 0,9796).

