Integrasi Media Tanam dan Umur Panen untuk Mengoptimalkan Produksi Sayuran Hidroponik (Kangkung dan Pakcoy)
Abstract
Keterbatasan lahan pertanian mendorong pengembangan sistem hidroponik
di greenhouse, namun pemilihan media tanam dan penentuan umur panen optimal
masih menjadi tantangan dalam produksi kangkung (Ipomoea reptans) dan pakcoy
(Brassica rapa L.). Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh media tanam serta
kombinasinya dengan umur panen terhadap pertumbuhan, hasil produksi, dan masa
simpan pascapanen kedua komoditas. Penelitian dilaksanakan pada Februari–April
2026 menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 2×3 dengan dua media tanam
(rockwool dan busa) serta tiga umur panen, yakni 20, 23, dan 26 hari setelah semai
(HSS) untuk kangkung, serta 39, 42, dan 45 HSS untuk pakcoy. Pengaruh media
tanam terhadap pertumbuhan bersifat temporal dan hanya signifikan pada fase
vegetatif tertentu, sedangkan umur panen merupakan faktor penentu utama hasil
produksi dengan umur panen 23 HSS (kangkung) dan 45 HSS (pakcoy)
menghasilkan bobot, tinggi tajuk, dan lebar daun (pakcoy) paling unggul.
Kombinasi busa dengan umur panen 23 HSS untuk kangkung dan 45 HSS untuk
pakcoy merupakan perlakuan yang layak direkomendasikan. Pada kombinasi
tersebut, busa menghasilkan biaya media per kubus lebih rendah (Rp 26,0)
dibandingkan rockwool (Rp 43,4) pada kedua komoditas, dengan bobot kangkung
24g (busa) dan 21g (rockwool), serta bobot pakcoy 39g (busa) dan 45g (rockwool).
Dari sisi umur simpan, kangkung busa bertahan 2 hari setelah panen dibandingkan
rockwool 1 hari, sementara pakcoy dari kedua media memiliki umur simpan 1 hari
setelah panen. Limited agricultural land has encouraged the development of hydroponic systems in greenhouses; however, selecting the appropriate growing medium and determining the optimal harvest age remain challenges in water spinach (Ipomoea reptans) and pakchoi (Brassica rapa L.) production. This study aimed to examine the effects of growing media and their combination with harvest age on growth, yield, and postharvest shelf life of both commodities. The research was conducted from February to April 2026 using a completely randomized factorial design (2×3) with two growing media (rockwool and foam sponge) and three harvest ages of 20, 23, and 26 days after planting (DAP) for water spinach, and 39, 42, and 45 DAP for pakchoi. Growing media effects on plant growth were temporal and significant only during specific vegetative phases, while harvest age was the primary determinant of yield, with 26 DAP (water spinach) and 45 DAP (pakchoi) harvest age producing the highest weight, canopy height, and leaf width. Foam sponge produced a slower postharvest weight loss rate than rockwool at the same harvest age, attributed to adaptive tissue responses to water availability fluctuations during growth. The combination of foam sponge with 26 DAP for water spinach and 45 DAP for pakchoi is recommended.

