PERFORMA AYAM BROILER YANG DIBERI RANSUM RENDAH ENERGI DISUPLEMENTASI ARGININ DAN GUANIDINOACETIC ACID PADA FASE FINISHER
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
MUFIDA, LEVI ALICIA
Sumiati
Toharmat, Toto
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh suplementasi asam amino arginin dan guanidinoacetic acid (GAA) dalam ransum rendah energi terhadap performa ayam broiler. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2025 di Laboratorium Lapang Closed House, Fakultas Peternakan IPB University menggunakan 600 ekor ayam broiler strain cobb yang dipelihara selama 35 hari. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 6 perlakuan dan 10 ulangan, masing-masing ulangan menggunakan 10 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan adalah: P1 = kontrol positif (EM 3,100 kkal kg?¹); P2 = kontrol negatif (EM 2,950 kkal kg?¹); P3 = P2 + GAA 600 g MT?¹; P4 = P2 +Arginin 462 g MT?¹; P5 = P2 + Arginin 600 g MT?¹; P6 = P2 + Arginin 900 g MT?¹. Peubah yang diamatiadalah konsumsi pakan, bobot badan, pertambahan bobot badan(PBB), mortalitas, Feed Conversion Ratio (FCR), dan Income Over Feed and Chick Cost (IOFCC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi arginin dan GAA dalam ransum rendah energi tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, PBB, bobot badan, dan FCR. IOFCC yang dihasilkan P4 lebih efisien dalam menghemat biaya pakan. Simpulan pada penelitian ini adalah penambahan arginin dan GAA dalam ransum rendah energi menghasilkan performa yang tidak berbeda, namun suplementasi arginin 462 g MT?¹ (P4) masih dapat menguntungkan berdasarkan perhitungan IOFCC. This study aimed to evaluate the effects of arginine and guanidinoacetic acid (GAA) supplementation in low-energy diets on the performance of broiler chickens. The study was conducted from June to July 2025 at the Closed House Field Laboratory, Faculty of Animal Science, IPB University, using 600 Cobb strain broiler chickens reared for 35 days. A Completely Randomized Design (CRD) consisting of six treatments and ten replications was employed, with ten birds per replication. The treatments were as follows: P1 = positive control (ME 3.100 kcal kg?¹); P2 = negative control (ME 2.950 kcal kg?¹); P3 = P2 + GAA 600 g MT?¹; P4= P2 + arginine 462 g MT?¹; P5 = P2 + arginine 600 g MT?¹; and P6 = P2 + arginine 900 g MT?¹. The variables observed were feed intake, body weight, body weight gain (BWG), mortality, feed conversion ratio (FCR), and income over feed and chick cost (IOFCC). The results showed that arginine and GAA supplementation in low-energy diets had no significant effect (P>0.05) on feed intake, body weight gain, body weight, feed conversion ratio, or mortality. The IOFCC value obtained in P4 was moreefficient in reducing feed costs. In conclusion, the supplementation of arginine and GAA in low-energy diets resulted in similar performance among treatments. Supplementation with 462 g MT?¹ arginine remained economically beneficial based
on the IOFCC calculation.

