Show simple item record

dc.contributor.advisorGiriwono, Puspo Edi
dc.contributor.advisorAndarwulan, Nuri
dc.contributor.authorYusnitasari, Asri
dc.date.accessioned2026-07-25T14:10:29Z
dc.date.available2026-07-25T14:10:29Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175851
dc.description.abstractResidu etilen oksida (EtO) dalam pangan merupakan isu keamanan pangan yang mendapat perhatian global dan diklasifikasikan sebagai karsinogen kelompok 1 oleh International Agency for Research on Cancer (IARC). Penelitian ini bertujuan menentukan kadar EtO dari bubuk cabai pada produk mi instan yang beredar di Indonesia, memperkirakan tingkat paparan konsumsi, serta melakukan karakterisasi risiko kesehatan. Data diperoleh dari pengawasan BPOM tahun 2023 dan hasil pengujian sampel bubuk cabai dalam mi instan tahun 2024 menggunakan GC-MS/MS. Data BPOM tahun 2023 mencakup seluruh komponen mi instan, sedangkan data pengujian tahun 2024 dibatasi pada komponen bubuk cabai. Kajian paparan dilakukan secara deterministik menggunakan data konsumsi Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI). Kadar EtO hasil pengawasan BPOM tahun 2023 pada komponen mi berada pada rentang tidak terdeteksi sampai 23,5 µg/kg, bubuk cabai tidak terdeteksi sampai 25,0 µg/kg, bumbu tidak terdeteksi sampai 20,9 µg/kg, dan minyak tidak terdeteksi. Kadar EtO pada bubuk cabai hasil pengujian tahun 2024 berada pada rentang tidak terdeteksi sampai 1,5 µg/kg dengan rata-rata 0,463 ± 0,303 µg/kg. Kadar rata-rata EtO pada bubuk cabai menurun dari 4,923 µg/kg pada data 2023 menjadi 0,463 µg/kg pada tahun 2024, sedangkan kadar maksimum menurun dari 25,0 µg/kg menjadi 1,5 µg/kg. Seluruh sampel bubuk cabai tahun 2024 memenuhi batas maksimum residu yang ditetapkan di Indonesia. Konsumsi mi instan berdasarkan berat kering berada pada rentang 0,02 sampai 225,23 g/orang/hari (setara 0 sampai 3 bungkus/orang/hari) dengan rata-rata 45,41 g/orang/hari (setara 0,6 bungkus/orang/hari). Paparan EtO total komponen mi instan hasil pengawasan BPOM tahun 2023 berada pada rentang 1,87×10?5 sampai 9,87×10?³ µg/kg bb/hari berdasarkan kadar rata-rata dan 9,51×10?5 sampai 5,59×10?² µg/kg bb/hari berdasarkan kadar maksimum. Paparan tertinggi ditemukan pada kelompok balita (6–59 bulan), sedangkan terendah pada kelompok lansia (>55 tahun). Paparan EtO dari bubuk cabai hasil pengujian tahun 2024 berada pada rentang 1,76×10?6 sampai 5,31×10?6 µg/kg bb/hari berdasarkan kadar rata-rata dan 5,70×10?6 sampai 1,72×10?5 µg/kg bb/hari berdasarkan kadar maksimum. Paparan EtO pada bubuk cabai hasil pengujian tahun 2024 lebih rendah dibandingkan dengan hasil pengawasan BPOM tahun 2023. Karakterisasi risiko menunjukkan nilai MOE di atas 10.000 pada seluruh kelompok usia, baik berdasarkan total komponen mi instan hasil pengawasan BPOM tahun 2023 maupun komponen bubuk cabai hasil pengujian tahun 2024. Hal ini menunjukkan tingkat kekhawatiran yang rendah terhadap kesehatan masyarakat. Perubahan profil residu EtO antara data tahun 2023 dan 2024 mengindikasikan penurunan paparan setelah penerapan kebijakan mitigasi risiko, namun perlu ditafsirkan secara hati-hati karena terdapat perbedaan sumber data, cakupan sampel, metode, dan laboratorium pengujian
dc.description.abstractEthylene oxide (EtO) residues in food have emerged as a major global food safety concern and have been classified as a Group 1 carcinogen by the International Agency for Research on Cancer (IARC). This study aimed to determine EtO concentrations in chili powder from instant noodle products marketed in Indonesia, estimate exposure assessment, and characterize potential health risks. Data were derived from National Agency for Drug and Food Control (BPOM) surveillance conducted in 2023 and from analysis of chili powder samples from instant noodle products in 2024 using GC-MS/MS. The 2023 data covered all instant noodle components, whereas the 2024 data were limited to the chili powder. Exposure assessment was conducted using a deterministic approach based on consumption data from the Indonesian Individual Food Consumption Survey (SKMI, eaters only). Ethylene oxide concentrations in the 2023 BPOM surveillance data ranged from not detected to 23.5 µg/kg in the noodle, from not detected to 25.0 µg/kg in chili powder, from not detected to 20.9 µg/kg in seasoning and were not detected in the oil component. Ethylene oxide concentrations in chili powder analyzed in 2024 ranged from not detected to 1.5 µg/kg, with an average of 0.463 ± 0.303 µg/kg. The average EtO concentration in chili powder decreased from 4.923 µg/kg in the 2023 data to 0.463 µg/kg in 2024, while the maximum concentration decreased from 25.0 µg/kg to 1.5 µg/kg. All chili powder samples analyzed in 2024 complied with the maximum residue limit established by Indonesia. Instant noodle consumption, expressed as dry weight, ranged from 0.02 to 225.23 g/person/day (equivalent to 0 to 3 packs/person/day), with an average of 45.41 g/person/day (equivalent to 0.6 packs/person/day). Ethylene oxide exposure from all instant noodle components based on the 2023 BPOM data ranged from 1.87×10?5 to 9.87×10?³ µg/kg bw/day using average concentrations and from 9.51×10?5 to 5.59×10?² µg/kg bw/day using maximum concentrations. The highest exposure was observed in toddlers aged 6–59 months and the lowest in the elderly group aged >55 years. Ethylene oxide exposure from chili powder analyzed in 2024 ranged from 1.76×10?6 to 5.31×10?6 µg/kg bw/day using the average concentration and from 5.70×10?6 to 1.72×10?5 µg/kg bw/day using the maximum concentration. Ethylene oxide exposure from chili powder based on the 2024 analytical results was lower than that estimated from the 2023 BPOM surveillance data. Risk characterization showed MOE values above 10,000 across all age groups, both for total instant noodle components based on the 2023 BPOM surveillance data and for the chili powder component based on the 2024 analytical results. The change in the EtO residue profile between the 2023 and 2024 data indicates a reduction in exposure following the implementation of risk mitigation policies. However, this finding should be interpreted cautiously due to differences in data sources, sample coverage, analytical methods, and testing laboratories.
dc.description.sponsorshipBadan Pengawas Obat dan Makanan
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKajian Paparan dan Karakterisasi Risiko Etilen Oksida dari Bubuk Cabai pada Produk Mi Instan di Indonesiaid
dc.title.alternativeExposure Assessment and Risk Characterization of Ethylene Oxide from Chili Powder in Instant Noodle Products in Indonesia
dc.typeTesis
dc.subject.keywordEtilen oksidaid
dc.subject.keywordkajian paparanid
dc.subject.keywordkeamanan panganid
dc.subject.keywordmi instanid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record