Peningkatan Nilai Tambah Produk Ikan Lele menjadi Abon Lele di PT Trio Raja Mandiri
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Abiyasa, Nathan Fabian
Oktariza, Wawan
Metadata
Show full item recordAbstract
PT Trio Raja Mandiri memiliki hasil panen ikan lele yang melimpah setiap
bulan nya. Hasil panen selalu terdapat ikan lele oversize yang akan di reject oleh
bandar dan memiliki harga jual yang jauh lebih rendah. Tujuan penelitian ini untuk
meningkatkan nilai ekonomis pada ikan lele oversize melalui pengolahan produk
abon, dengan mengidentifikasi karakteristik konsumen, menganalisis preferensi
konsumen terhadap atribut produk, menganalisis besaran nilai tambah yang
dihasilkan, hingga menganalisis kelayakan aspek nonfinansial dan aspek finansial.
Hasil preferensi dengan menggunakan analisis konjoin menunjukkan bahwa
konsumen produk abon lele menyukai rasa gurih tanpa amis ikan, tekstur halus
berserat, kemasan aluminium foil, warna abon cokelat terang, dengan harga
Rp20.000. Rasio nilai tambah yang dihasilkan sebesar 73%. Hasil analisis
nonfinansial layak untuk dijalankan beradasarkan lima aspek. Analisis finansial
dinyatakan layak dengan NPV sebesar Rp4.518.279.009; IRR 71,5%; gross B/C
sebesar 1,40; net B/C sebesar 12,08; dan payback period sebesar 3,25. Analisis
switching value menunjukkan adanya batas toleransi perubahan variabel penurunan
produksi dan kenaikan harga yang memengaruhi kelayakan usaha. PT Trio Raja Mandiri produces a large quantity of catfish each month,
including oversized catfish that are rejected by wholesalers and sold at lower prices.
This study aimed to increase the economic value of oversized catfish through
processing into catfish floss by identifying consumer characteristics, analyzing
consumer preferences toward product attributes, value added generated, and
business feasibility nonfinancial and financial perspectives. Consumer preference
analysis using conjoint analysis revealed that consumers preferred a savory taste
without a fishy odor, a fine and fibrous texture, aluminum foil packaging, a light
brown color, and price of Rp20,000. The value added ratio generated from
processing catfish floss was 73%. Nonfinancial feasibility analysis was feasible
based on five assessment aspects. Financial feasibility analysis demonstrated that
the business was financially viable, with NPV Rp4.518.279.009; IRR of 71,5%;
gross B/C of 1,40; net B/C of 12,08; and payback period of 3,25. The switching
value analysis showed that there were tolerance limits for changes in production
volume and input prices that could affect the business feasibility.

