SOP Teknologi Proses Produksi Garam Berdasarkan Evaluasi Kesesuaian terhadap Prinsip GMP dan SSOP
| dc.contributor.advisor | Widyasari, R.A. Hangesti Emi | |
| dc.contributor.author | PRATIWI, NISRINA MULIA | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-21T07:01:06Z | |
| dc.date.available | 2026-07-21T07:01:06Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175252 | |
| dc.description.abstract | Garam lokal dianggap belum memenuhi kualitas yang ditetapkan untuk spesifikasi garam yang dibutuhkan oleh industri pengguna garam. Evaluasi berdasarkan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) menjadi sangat penting dalam menjamin mutu dan keamanan pangan garam yang diproduksi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian kondisi aktual teknologi proses produksi garam berdasarkan prinsip GMP dan SSOP. Metode yang digunakan dalam penilaian aspek ini adalah analisis kesenjangan (gap analysis), yang dilanjutkan dengan analisis 5W1H dan diagram fishbone. Hasil analisis menunjukkan masih terdapat aspek yang belum memenuhi prinsip GMP dan SSOP dengan skor 50%. Faktor penyebab temuan kesenjangan adalah kurangnya pemahaman serta kesadaran karyawan serta belum adanya pelatihan yang diberikan kepada karyawan terkait dengan keamanan pangan. Rekomendasi perbaikan diberikan dalam bentuk standar operasional prosedur (SOP) dan formulir monitoring kebersihan. | |
| dc.description.abstract | Locally produced salt is currently considered to fall short of the quality specifications required by salt-consuming industries. Evaluating compliance with Good Manufacturing Practices (GMP) and Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) is crucial for ensuring the quality and safety of the produced salt. This study aims to analyze the alignment of actual salt production technology conditions with GMP and SSOP principles. The assessment employed a gap analysis method, followed by a 5W1H analysis and a fishbone diagram. The analysis revealed that certain aspects still failed to meet GMP and SSOP principles, with a conformity score of = 50%. These gaps were attributed to a lack of employee understanding and awareness, as well as the absence of food safety training for the staff. Recommendations for improvement are provided in the form of Standard Operating Procedures (SOPs) and hygiene monitoring forms. | |
| dc.description.sponsorship | ||
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | SOP Teknologi Proses Produksi Garam Berdasarkan Evaluasi Kesesuaian terhadap Prinsip GMP dan SSOP | id |
| dc.title.alternative | ||
| dc.type | Tugas Akhir | |
| dc.subject.keyword | analisis kesenjangan | id |
| dc.subject.keyword | garam | id |
| dc.subject.keyword | GMP | id |
| dc.subject.keyword | SOP | id |
| dc.subject.keyword | SSOP | id |
| dc.subject.keyword | food safety | id |
| dc.subject.keyword | gap analysis | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses |

