Kinerja Pertumbuhan dan Kesehatan Udang Vaname yang Diberi Pakan dengan Penambahan Indole-3-Acetic Acid
Abstract
Indole merupakan senyawa alami yang dihasilkan oleh tanaman sebagai pengatur hormon pertumbuhan pada tanaman. Selain itu indole diketahui dapat berperan dalam penguatan fungsi lapisan epitel pada usus dan mencegah faktor virulensi beberapa bakteri patogen seperti Vibrio parahaemolyticus.Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pemberian indole-3-acetic acid (IAA) pada pakan udang vaname (Litopenaeus vannamei) selama tujuh hari sebelum dan sesudah uji tantang dengan Vibrio parahaemolyticus terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan udang vaname. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dosis IAA yang berbeda. Dengan masing-masing empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian pakan dengan IAA sebelum uji tantang tidak ada perbedaan yang signifikan (p>0,05) pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang . Setelah uji tantang terlihat bahwa penggunaan IAA pada pakan udang dapat meningkatkan ketahanan udang terhadap V. parahaemolyticus dan semakin tinggi dosis IAA semakin tinggi pula kelangsungan hidup udang pasca uji tantang. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan dengan IAA selama satu minggu sebelum dan sesudah uji tantang tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan udang, namun dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup udang vaname yang diinfeksi Vibrio parahaemolyticus dengan dosis terbaik 200 mg/kg pakan. Indole is a natural compound produced by plants as a growth hormone regulator in plants. In addition, indole is known to play a role in strengthening the function of the epithelial layer in the intestine and preventing the virulence factors of several pathogenic bacteria such as Vibrio parahaemolyticus. This study aims to evaluate the effectiveness of administering indole-3-acetic acid (IAA) in whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) feed for seven days before and after the challenge test with Vibrio parahaemolyticus on the survival and growth of whiteleg shrimp. This study used a completely randomized design with five different IAA dose treatments. With four replications each. The results showed that after feeding with IAA before the challenge test there was no significant difference (p>0.05) in the growth and survival of shrimp. After the challenge test, it was seen that the use of IAA in shrimp feed could increase shrimp resistance to V. parahaemolyticus and the higher the IAA dose, the higher the shrimp survival after the challenge test. Based on the research, it can be concluded that feeding with IAA for one week before and after the challenge test does not affect shrimp growth, but can increase the survival rate of whiteleg shrimp infected with Vibrio parahaemolyticus with the best dose of 200 mg/kg of feed.
Collections
- UF - Aquaculture [2294]

