Penerapan Sistem Fertigasi Pengelolaan Air untuk Peningkatan Produktivitas Melon di Rayfarm
Abstract
Budidaya melon greenhouse memerlukan pengelolaan air dan nutrisi yang terukur untuk mendukung kondisi tanaman, hasil panen, dan kinerja usahatani. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan sistem fertigasi, hubungan volume air masuk dan persentase air tidak terdrainase terhadap perubahan survival rate harian, serta kinerja teknis dan finansial budidaya melon di Rayfarm. Penelitian dilakukan pada satu greenhouse melon varietas Sweet Hami dengan 490 tanaman selama 70 hari. Data dianalisis secara deskriptif, regresi linear berganda, dan analisis usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume air masuk tidak berhubungan signifikan secara parsial, sedangkan persentase air tidak terdrainase berhubungan signifikan terhadap perubahan survival rate harian. Secara simultan, kedua variabel berhubungan signifikan dengan Adjusted R Square 0,114. Setelah penelitian, produktivitas meningkat dari 0,80 menjadi 1,37 kg/tanaman awal, survival rate dari 38,38% menjadi 57,96%, keuntungan dari Rp4.388.250 menjadi Rp11.811.750, dan R/C ratio dari 1,18 menjadi 1,59. Penelitian ini menghasilkan SOP Budidaya Melon Greenhouse dan check sheet evaluasi. Greenhouse melon cultivation requires measurable water and nutrient management to support plant condition, yield performance, and farm business feasibility. This study aimed to analyze the fertigation system, the relationship between incoming water volume and the percentage of non-drained water with daily changes in survival rate, and the technical and financial performance of melon cultivation at Rayfarm. The study was conducted in one greenhouse planted with 490 Sweet Hami melon plants during a 70-day cycle. Data were analyzed using descriptive analysis, multiple linear regression, and farm business analysis. The results showed that incoming water volume had no significant partial relationship, while the percentage of non-drained water had a significant relationship with daily changes in survival rate. Simultaneously, both variables had a significant relationship, with an Adjusted R Square of 0.114. After the study, productivity increased from 0.80 to 1.37 kg/initial plant, survival rate from 38.38% to 57.96%, profit from IDR 4,388,250 to IDR 11,811,750, and the R/C ratio from 1.18 to 1.59. This study produced a Greenhouse Melon Cultivation SOP and evaluation check sheets.

