Analisis Pengaruh Islamic Human Development Index, Zakat, dan Faktor Makroekonomi terhadap Ketimpangan Pendapatan di Indonesia
Abstract
Ketimpangan pendapatan merupakan permasalahan struktural yang
memerlukan pendekatan multidimensional, mencakup pembangunan manusia,
instrumen distribusi berbasis syariah, serta dinamika makroekonomi. Penelitian ini
bertujuan menganalisis pengaruh Islamic Human Development Index (IHDI), zakat,
inflasi, Penanaman Modal Asing (PMA) dan PDRB per kapita terhadap
ketimpangan pendapatan di 34 provinsi Indonesia tahun 2019-2024. IHDI dihitung
menggunakan metode principal component analysis, kemudian seluruh variabel
dianalisis menggunakan regresi data panel dengan estimasi fixed effect model. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa IHDI dan inflasi berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap ketimpangan pendapatan, sementara zakat dan PDRB per kapita
berpengaruh negatif signifikan pada taraf 10%. Sebaliknya, PMA tidak
berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Secara simultan, seluruh
variabel independen berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di
Indonesia. Implikasi kebijakan yang dapat ditempuh meliputi peningkatan kualitas
sumber daya manusia, optimalisasi penyaluran dana zakat, pengendalian inflasi
pada tingkat moderat, serta dorongan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di
seluruh wilayah Indonesia. Income inequality is a structural issue requiring a multidimensional approach,
encompassing human development, Islamic-based distribution instruments, and
macroeconomic dynamics. This study analyzed the effect of the Islamic Human
Development Index (IHDI), zakat, inflation, Foreign Direct Investment (FDI), and
GDP per capita on income inequality across 34 Indonesian provinces from 2019 to
2024. IHDI was constructed through principal component analysis, and all variables
were estimated through panel data regression with a fixed effect model. The results
show that IHDI and inflation have a negative and significant effect on income
inequality, while zakat and GDP per capita have a negative and significant effect at
the 10% level. In contrast, FDI shows no significant effect. Simultaneously, all
independent variables significantly influence income inequality in Indonesia.
Policy implications include strengthening human resource quality, optimizing zakat
distribution, maintaining moderate inflation, and promoting inclusive economic
growth across regions.
Collections
- UF - Syariah Economic [653]

