Show simple item record

dc.contributor.advisorAyyubi, Salahuddin El
dc.contributor.authorMuyassar, Muhammad Fathin
dc.date.accessioned2026-07-16T07:15:09Z
dc.date.available2026-07-16T07:15:09Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174876
dc.description.abstractRealisasi pengumpulan ZIS (ZIS) di DKI Jakarta hanya mencapai 8,24% dari total potensi Rp4,37 triliun, mengindikasikan rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga amil zakat formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh good amil governance (GAG) dan sharia compliance (SC) terhadap keputusan masyarakat dalam menyalurkan ZIS di DKI Jakarta. Data primer dikumpulkan dari 140 responden muslim melalui purposive sampling dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif, PLS-SEM dan Importance–Performance Map Analysis (IPMA). Hasil menunjukkan GAG dan SC masing-masing berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien jalur 0,406 dan 0,549, serta secara simultan menjelaskan 69,6% variasi keputusan masyarakat. IPMA mengidentifikasi transparansi pelaporan dan independensi sebagai indikator GAG yang perlu ditingkatkan, sementara kesesuaian syariah dalam pengumpulan dan pengelolaan dana menjadi kekuatan SC yang harus dipertahankan. Penguatan GAG dan SC secara simultan menjadi kunci peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyaluran ZIS melalui lembaga formal.
dc.description.abstractThe realization of zakat, infaq, and sadaqah (ZIS) collection in DKI Jakarta reached only 8.24% of the Rp4.37 trillion potential, indicating low public trust in formal zakat institutions. This study analyzed the influence of good amil governance (GAG) and sharia compliance (SC) on the public's decision to distribute ZIS in DKI Jakarta. Primary data were collected from 140 Muslim respondents through purposive sampling and analyzed using descriptive analysis, PLS-SEM and Importance–Performance Map Analysis (IPMA). Results show GAG and SC positively and significantly influence ZIS distribution decisions with path coefficients of 0.406 and 0.549, simultaneously explaining 69.6% of the variance. IPMA identifies reporting transparency and independence as GAG indicators requiring improvement, while sharia-compliant collection and fund management remain SC strengths to maintain. Simultaneously strengthening GAG and SC is key to increasing public participation in formal ZIS distribution.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Good Amil Governance dan Sharia Compliance terhadap Keputusan Masyarakat dalam Menyalurkan ZIS di DKI Jakartaid
dc.title.alternativePengaruh Good Amil Governance dan Sharia Compliance Terhadap Keputusan Masyarakat dalam Menyalurkan ZIS di DKI Jakarta
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordgood amil governanceid
dc.subject.keywordkeputusan menyalurkan ZISid
dc.subject.keywordlembaga amil zakatid
dc.subject.keywordsharia complianceid
dc.subject.keywordtata kelola zakatid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record