Pengaruh Waktu Pemeraman terhadap Sifat Fisik dan Mekanis Paving Block dengan Bahan Campuran Lumpur Aktif Limbah Aerasi
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
INAYAH, SRI
Febrita, Joana
Putra, Heriansyah
Metadata
Show full item recordAbstract
PT X sebagai industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) menghasilkan lumpur aktif dari proses aerasi sebanyak 5ton/bulan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan campuran paving block. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lumpur aktif yang dihasilkan pada proses aerasi serta menganalisis pengaruh waktu pemeraman dan variasi campuran lumpur aktif limbah aerasi terhadap daya serap air dan kuat tekan paving block. Trial mix menggunakan perbandingan semen dan agregat halus 1:3 dengan variasi kadar lumpur 0, 5, 10 dan 15% serta waktu pemeraman 7, 14 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya serap air meningkat dan kuat tekan menurun seiring penambahan kadar lumpur, sedangkan peningkatan waktu pemeraman mampu menurunkan daya serap air dan meningkatkan kuat tekan. Pada umur pemeraman 28 hari, nilai daya serap air untuk kadar lumpur 0, 5, 10 dan 15% berturut-turut sebesar 5,04; 8,34; 15,61; dan 19,02%. Nilai kuat tekan pada kadar lumpur 0, 5, dan 10% berturut-turut sebesar 14,47; 8,24;dan 4,74 MPa, sedangkan pada kadar lumpur 15% benda uji mengalami keruntuhan. Berdasarkan SNI 03-0691-1996, campuran dengan kadar lumpur 0 dan 5% memenuhi persyaratan penyerapan air maksimum 10% dan kuat tekan minimum 8,5 MPa sehingga dapat diklasifikasikan sebagai paving block mutu D peruntukan taman. PT X, as a Fast Moving Consumer Goods (FMCG) company, produces 5 tons of activated sludge every month from the aeration process, which has the potential to be used as a mixture material for paving blocks. This Study aims to examine the characteristics of the activated sludge produced during the aeration process and analyze the effect of curing time and variations in the mixture of aeration waste activated sludge on water absorption and compressive strength of paving blocks. The trial mix used a cement to fine aggregate ratio of 1:3 with sludge content variations of 0, 5, 10 and 15%, and curing times of 7, 14 and 28 days. The results show that water absorption increases and compressive strength decreases with higher sludge content, while longer curing times can reduce water absorption and increase compressive strength. At a curing age of 28 days, the water absorption values for sludge contents of 0, 5, 10 and 15% were 5,04; 8,34; 15,61; and 19,02%, respectively. The compressive strength at sludge contents of 0, 5, and 10% were 14,47; 8,24; and 4,74 MPa, respectively, while at 15% sludge content, the test specimen failed. According to SNI 03-0691-1996, mixtures with 0 and 5% sludge meet the requirements of a maximum water absorption of 10% and a minimum compressive strength of 8,5 MPa, so they can be classified as grade D paving blocks for garden use.

