Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter dan Respons Sektor Riil di Indonesia: Analisis Jalur Suku Bunga dan Kredit Perbankan
Abstract
Dinamika perekonomian Indonesia yang dipengaruhi berbagai guncangan
eksternal dan domestik menuntut efektivitas transmisi kebijakan moneter dalam
mendorong kinerja sektor riil perekonomian. Penelitian ini bertujuan menganalisis
respons dinamis sektor riil terhadap guncangan kebijakan moneter melalui jalur
suku bunga dan jalur kredit perbankan, serta mengidentifikasi jalur transmisi yang
lebih dominan. Metode yang digunakan adalah Vector Error Correction Model
(VECM) dengan pendekatan Impulse Response Function (IRF) dan Forecast Error
Variance Decomposition (FEVD) menggunakan data time series periode 2010
2024. Hasil analisis IRF menunjukkan bahwa guncangan jalur suku bunga
direspons negatif oleh kinerja sektor riil, sementara jalur kredit perbankan
memberikan respons positif terhadap kinerja sektor riil. Selanjutnya, hasil FEVD
menunjukkan bahwa kontribusi jalur suku bunga relatif lebih dominan, Temuan ini
menunjukkan pentingnya kebijakan yang tidak hanya berfokus pada pengendalian
suku bunga, tetapi juga pada penguatan intermediasi perbankan dalam menyalurkan
kredit ke sektor riil. The dynamics of Indonesia’s economy, shaped by external and domestic
shocks, require an effective monetary policy transmission mechanism to support
real sector investment. This study analyzes the dynamic response of the real sector
to monetary policy shocks through the interest rate and bank lending channels, and
identifies the more dominant channel. Using a Vector Error Correction Model
(VECM) with Impulse Response Function (IRF) and Forecast Error Variance
Decomposition (FEVD) on monthly data from 2010 to 2024, the results show that
interest rate shocks generate a negative response in real sector performance, while
bank lending shocks produce a positive response. FEVD results indicate that the
interest rate channel plays a relatively more dominant role. These findings
highlight the need for policies that not only focus on interest rate management but
also strengthen banking intermediation to enhance credit transmission to the real
sector.

