Dampak Kredit Pertanian terhadap Pertumbuhan Ekonomi Negara Maju dan Berkembang G20
Abstract
Pertumbuhan ekonomi global dalam satu decade terakhir melambat akibat berbagai guncangan struktural, sehingga kredit pertanian memiliki peran strategis sebagai instrumen pendorong kinerja sektor pertanian dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kredit pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi pada negara maju dan berkembang anggota G20 menggunakan data panel 15 negara periode 2012–2024. Analisis dilakukan dengan metode Panel Autoregressive Distributed Lag (ARDL) menggunakan estimator Pooled Mean Group (PMG) digunakan untuk mengidentifikasi hubungan jangka panjang dan dinamika jangka pendek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredit pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Peningkatan kredit pertanian sebesar satu persen meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,681 persen poin pada negara berkembang dan 0,746 persen poin pada negara maju. Namun, mekanisme transmisinya berbeda, yaitu melalui ekspansi output pada negara berkembang serta peningkatan efisiensi dan produktivitas pada negara maju. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pembiayaan pertanian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Global economic growth in the last decade has slowed due to various structural shocks, so agricultural credit has a strategic role as an instrument to drive the performance of the agricultural sector and economic growth. This study aims to analyze the impact of agricultural credit on economic growth in developed and developing G20 countries using panel data from 15 countries during the period 2012–2024. The analysis use the Panel Autoregressive Distributed Lag (ARDL) with Pooled Mean Group (PMG) estimator to identify both long-run relationships and short-run dynamics. The results indicate that agricultural credit has a positive and significant long-run effect on economic growth. A one percent increase in agricultural credit is associated with a 0.681 percentage-point increase in economic growth in developing countries and a 0.746 percentage-point increase in developed countries. However, the transmission mechanisms differ, operating through output expansion in developing countries and through efficiency and productivity improvements in developed countries. These findings highlight the importance of strengthening agricultural financing to support sustainable economic growth.
Collections
- UF - Agribusiness [4825]

