Analisis Kinerja Penjatahan Benih Tipe Vakum dengan Lubang Isap Lentur untuk Benih Kacang Tanah
Abstract
Penurunan produksi kacang tanah nasional mendorong kebutuhan
mekanisasi penanaman yang presisi, khususnya sistem penjatahan benih tipe vakum
dengan lubang isap lentur (flexible seed orifice). Penelitian ini bertujuan
menganalisis pengaruh diameter lubang isap, jumlah lapisan, tekanan vakum, dan
kecepatan putar piringan terhadap kinerja penjatahan benih kacang tanah varietas
kelinci, serta menentukan kombinasi parameter optimum. Pengujian dilakukan
menggunakan rancangan faktorial penuh dengan empat parameter dan tiga level,
menghasilkan 81 kombinasi perlakuan yang dievaluasi berdasarkan feed index,
multiple index, dan miss index mengacu pada standar ISO 7256-1 (1984). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tekanan vakum dan diameter lubang merupakan
faktor paling dominan, sementara kecepatan putar berperan sebagai faktor
pembatas. Kombinasi optimal dicapai pada diameter lubang 4 mm, jumlah lapisan
1 lapis, tekanan vakum 4 kPa, dan kecepatan putar 10 rpm, menghasilkan feed index
sebesar 98,78%, multiple index 0,22%, dan miss index 1,00%, dengan kategori
sangat baik. Piringan penjatah berlubang isap lentur terbukti jauh lebih unggul
dibanding lubang isap kaku yang hanya menghasilkan feed index 30,56%.
Teknologi penjatah benih tipe vakum dengan lubang isap lentur berpotensi
meningkatkan efisiensi dan presisi penanaman kacang tanah karena mampu
menjatahkan benih secara tepat satu lubang satu benih, sehingga menghasilkan
keseragaman tanam yang tinggi. The decline in national peanut production has driven the need for precision
planting mechanization, particularly vacuum-type seed metering systems with
flexible seed orifices. This study aimed to analyze the effects of orifice diameter,
flexible material thickness, suction pressure, and disc rotational speed on the
metering performance for kelinci variety peanut seeds, as well as to determine the
optimum parameter combination. Testing was conducted using a full factorial
design with four factors and three levels, yielding 81 treatment combinations
evaluated based on feed index, multiple index, and miss index according to ISO
7256-1 (1984). Results showed that suction pressure and orifice diameter were the
most dominant factors, while rotational speed acted as a limiting factor. The
optimum combination was achieved at a 4 mm orifice diameter, single-layer
thickness, 4 kPa suction pressure, and 10 rpm rotational speed, yielding a QFI of
98.78%, multiple index of 0.22%, and miss index of 1.00%, classified as excellent.
The flexible orifice metering disc proved substantially superior to the rigid orifice
disc, which achieved only a QFI of 30.56%. The vacuum-type seed metering
technology with a flexible suction hole has the potential to improve the efficiency
and precision of peanut planting, as it is capable of accurately dispensing exactly
one seed per suction hole, thereby producing a high level of planting uniformity

